BeritaSumatera Barat

Kunjungi Sumbar, Menteri HAM Natalius Pigai: Orang Minangkabau Cerdas dan Masakannya Enak

666
Gubernur Mahyeldi sambut kunjungan Menteri HAM, Natalius Pigai beserta rombongan di Istana Gubernur
Gubernur Sumbar, Mahyeldi sambut kunjungan Menteri HAM, Natalius Pigai beserta rombongan di Istana Gubernur. (f/pemprov)

Pepatah Minangkabau mengatakan “duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang” yang mengajarkan pentingnya kebersamaan, kolaborasi, dan kerja sama untuk menyelesaikan masalah.

Selanjutnya, untuk kegiatan Aksi Bisnis dan HAM, Pemprov Sumbar telah menindaklanjutinya dengan membentuk Tim Gugus Tugas Bisnis dan HAM. Pada tahun 2024, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyampaikan Laporan Aksi Bisnis dan HAM dan memperoleh nilai capaian akhir sebesar 89,5.

ADVERTISEMENT

“Harapan kami, capaian tersebut dapat terus meningkat pada tahun 2025 melalui pelaksanaan program yang lebih terarah dan kolaboratif antara pemerintah daerah dengan dunia usaha,” pintanya.

Melalui momentum pertemuan ini, Mahyeldi berharap setiap kebijakan di bidang Hak Asasi Manusia yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi kemanusiaan dan keadilan di daerah Sumbar.

Duduk Basamo Dapat Diterapkan Secara Nasional

Sementara itu, Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan mendukung kebijakan yang digagas Gubernur Sumbar tersebut dapat diterapkan secara nasional, yaitu “duduk Basamo” untuk mencapai mufakat.

Pepatah ini menyatakan bahwa kesulitan terasa berat jika dihadapi sendirian, tetapi akan terasa lebih ringan dan mudah jika dihadapi bersama-sama.

“Dulu ranah Minang ini rumah ketiga bagi saya, setelah mendengarkan Bapak Mahyeldi tadi mulai saat ini tanah Minangkabau rumah kedua bagi saya dan selalu di hati,” ucap Natalius Pigai.

Menyangkut rumah kedua Menteri HAM menjelaskan, yang pertama tanah kelahirannya yaitu Papua, selanjutnya Yogyakarta, karena Natalius Pigai besar di sana.

“Karena Sumbar merupakan daerah yang paling aman dan damai, jarang terdengar ada kekacauan dan perpecahbelahan antar ras, suku dan agama. Ini yang membuat saya tertarik dengan Sumbar,” ungkapnya

Kekaguman Menteri Natalius tidak sampai di situ saja, ia juga menyampaikan kekuatan budaya dan adat istiadat sangat kental sekali dengan kebaikannya.

“Apalagi masakan orang Minang ini terkenal dengan enak dan enak sekali. Itu membuat saya tertarik dengan Sumbar,” ujarnya.

Exit mobile version