BeritaParlemenSumatera Barat

Ketua DPRD Sumbar Apresiasi Klinik UMKM Minang Bangkit untuk Pemulihan 4.876 UMKM Terdampak Bencana

245
×

Ketua DPRD Sumbar Apresiasi Klinik UMKM Minang Bangkit untuk Pemulihan 4.876 UMKM Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi hadiri peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y Moraza
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi hadiri peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y Moraza. (f/hary putra ramadhan)

Mjnews.id – Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi, mengapresiasi sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam upaya pemulihan 4.876 UMKM terdampak bencana melalui kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit.

Apresiasi tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit oleh Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y Moraza, Jumat (23/1/2026), di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

Muhidi menilai, kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan bukti nyata keseriusan negara dalam melindungi dan memulihkan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah, khususnya pascabencana.

“Kami sangat mengapresiasi program aktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit ini. Ini merupakan gagasan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah yang memang sangat kita harapkan. Terima kasih kepada Kementerian UMKM, apalagi Wakil Menteri hadir langsung,” ujar Muhidi.

Muhidi menegaskan, Klinik UMKM Minang Bangkit secara khusus memprioritaskan pendampingan UMKM terdampak bencana, namun tetap membuka peluang bagi pelaku UMKM lainnya untuk mendapatkan layanan serupa.

“Fokus utama memang UMKM terdampak bencana. Namun tidak menutup kemungkinan UMKM lain juga bisa mendapatkan pendampingan. Yang terpenting, klinik ini bekerja secara serius, fokus, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan, Klinik UMKM Minang Bangkit dirancang dengan pendekatan layaknya layanan kesehatan, yakni melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi usaha UMKM.

“Karena ini klinik, maka intinya memeriksa. Apa masalah UMKM-nya, apa kebutuhannya, lalu apa resep agar UMKM itu bisa maju dan berkembang kembali,” jelas Muhidi.

Pendekatan tersebut meliputi identifikasi persoalan usaha, analisis kebutuhan pendampingan, hingga pemberian rekomendasi dan strategi konkret yang aplikatif. Dengan metode ini, pemulihan UMKM diharapkan tidak bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Muhidi juga mengimbau seluruh pelaku UMKM, khususnya yang terdampak bencana, agar memanfaatkan keberadaan Klinik UMKM Minang Bangkit secara optimal sebagai sarana pemulihan dan peningkatan kapasitas usaha.

“Kita harap seluruh UMKM memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Ini adalah kesempatan untuk pulih dan bangkit kembali bersama,” pungkasnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT