pemkab muba
BeritaParlemenSumatera Barat

Evi Yandri Nakhodai HKTI Sumbar, Fokus Dorong Regenerasi dan Modernisasi Petani

21
×

Evi Yandri Nakhodai HKTI Sumbar, Fokus Dorong Regenerasi dan Modernisasi Petani

Sebarkan artikel ini
Evi Yandri Nakhodai HKTI Sumbar
Evi Yandri Nakhodai HKTI Sumbar. (f/hary putra ramadhan)

Mjnews.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Barat periode 2026–2031.

Evi Yandri terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Sumbar yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026). Pengukuhan kepengurusan baru tersebut dilakukan bersamaan dengan pelantikan jajaran DPC HKTI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Sumbar, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, turut dikukuhkan sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Limapuluh Kota.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Andi Muhammad Syakir, yang hadir mewakili Ketua Umum DPN HKTI, Sudaryono.

Andi menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia mengingatkan bahwa HKTI memiliki tanggung jawab besar dalam memperjuangkan peningkatan pendapatan, kesejahteraan, harkat, dan martabat petani serta masyarakat perdesaan.

Menurutnya, HKTI harus terus menjaga visi, misi, serta karakter perjuangan organisasi agar sektor pertanian tetap menjadi salah satu fondasi penting pembangunan nasional.

“HKTI memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat, serta martabat insan tani dan penduduk perdesaan. Kita harus mengawal visi, misi, dan karakter perjuangan organisasi agar sektor pertanian tetap menjadi basis utama pembangunan nasional,” ujar Andi.

Ia juga mendorong kepengurusan HKTI Sumbar yang baru untuk memperkuat ekosistem agribisnis lokal. Hilirisasi produk pertanian, pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan kemandirian pangan dinilai menjadi agenda penting yang harus mendapat perhatian.

Sementara itu, Evi Yandri Rajo Budiman menilai persoalan regenerasi petani merupakan salah satu tantangan serius yang harus segera dijawab. Menurutnya, rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian tidak terlepas dari persoalan kesejahteraan dan minimnya kepastian ekonomi.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan kita, namun faktanya saat ini semakin sedikit anak muda yang mau turun ke sawah atau menjadi petani. Ini merupakan alarm keras bagi kita semua,” tegas Evi.

Ia mengatakan HKTI Sumbar akan mendorong lahirnya berbagai program yang dapat menjadikan sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda. Pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian dinilai penting untuk membangun citra baru bahwa profesi petani dapat menjadi pekerjaan modern sekaligus menjanjikan secara ekonomi.

“Tugas besar HKTI ke depan adalah memastikan pertanian menjadi sektor yang menjanjikan secara ekonomi, sekaligus merancang program inovatif berbasis teknologi agar generasi muda kembali bangga menjadi petani modern,” sambungnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT