Upaya memperkuat ekosistem literasi
Sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, Jumaidi menyebut Festival Literasi Daerah merupakan salah satu upaya memperkuat ekosistem literasi melalui edukasi, kompetisi, apresiasi, kreativitas, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menyampaikan, berdasarkan data GoodStats dan BPS tahun 2025, Sumbar tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan tertinggi di Indonesia, yakni 17,75 persen. Kunjungan fisik ke perpustakaan daerah juga meningkat dari 60.693 kunjungan pada 2024 menjadi sekitar 67.000 kunjungan pada 2025.
Festival Literasi Sumbar 2026 berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat. Rangkaian kegiatan antara lain bimbingan teknis literasi informasi dan kepenulisan berbasis budaya lokal, berbagai lomba literasi, pameran dan gelar karya, peluncuran buku, gelar wicara, bedah buku, musikalisasi puisi, pameran naskah kuno dan arsip, serta bazar buku dan UMKM.
Festival juga menghadirkan sejumlah layanan publik bagi masyarakat, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, serta layanan lainnya.
Melalui Festival Literasi Sumbar 2026, Pemprov Sumbar mendorong agar gerakan literasi semakin tumbuh di tengah masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan minat baca, tetapi juga melalui kemampuan memahami informasi, menghasilkan karya, menjaga lingkungan, dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival tersebut. Ia berharap semangat literasi tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi terus hidup di perpustakaan, sekolah, keluarga, komunitas, nagari, dan lingkungan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun generasi Sumatera Barat yang berpengetahuan, berbudaya, dan peduli terhadap lingkungan.
(adpsb)












