Memasuki usia ke-70, Mahyeldi juga mendorong Unand terus menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif, mampu berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki integritas.
Dalam konteks Sumbar, ia menilai tradisi keilmuan dapat berjalan selaras dengan nilai adat dan budaya. Falsafah Minangkabau alam takambang jadi guru, menurutnya, mengandung pesan bahwa proses belajar dan pengembangan ilmu berlangsung terus melalui pengamatan, pengalaman, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memandang Universitas Andalas sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar hasil riset semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik,” katanya.
Sementara itu Rektor Unand, Efa Yonnedi dalam laporannya menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-70 menjadi momentum bagi Unand untuk merefleksikan perjalanan tujuh dekade sekaligus menatap arah pengembangan universitas ke depan.
(adpsb)
