BeritaSumatera Barat

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Irjen Pol Jawari Gantikan Djati Wiyoto Abadhy

11
×

Kenal Pamit Kapolda Sumbar, Irjen Pol Jawari Gantikan Djati Wiyoto Abadhy

Sebarkan artikel ini
Gubernur mahyeldi beserta Istri hadiri acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar
Gubernur mahyeldi beserta Istri hadiri acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri acara Kenal Pamit Kapolda Sumbar dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Jawari, S.H., M.H., di Gedung Rangkayo Basa Polda Sumbar, Kamis (8/10/2026).

Mahyeldi menegaskan pentingnya sinergitas antar lembaga dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan.

ADVERTISEMENT

Mahyeldi mengatakan, pergantian pimpinan merupakan hal yang biasa dalam organisasi, termasuk di lingkungan Polri. Namun menurutnya, berbagai hal baik yang telah dibangun perlu terus dilanjutkan dan diperkuat.

Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumbar, Mahyeldi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy beserta keluarga atas pengabdian selama memimpin Polda Sumbar.

Menurutnya, meskipun masa kepemimpinan Djati relatif singkat, berbagai langkah yang dilakukan telah memberi dampak dalam memperkuat sinergi antarlembaga dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Walaupun waktunya begitu pendek, tetapi banyak meninggalkan jejak-jejak positif yang bermanfaat untuk daerah masyarakat di Sumatera Barat. Terima kasih Bapak Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy,” ucapnya.

Mahyeldi mencontohkan, salah satu hal positif yang semakin menguat selama kepemimpinan Irjen Pol. Djati adalah koordinasi antara Polda Sumbar dengan Pemerintah Provinsi, TNI, Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut juga tercermin dalam upaya menjaga penegakan hukum yang profesional, berintegritas, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Irjen Pol. Djati dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan insan pers melalui forum “Duduak Basamo”. Menurut Mahyeldi, pendekatan tersebut sejalan dengan budaya Minangkabau yang mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan penyelesaian persoalan melalui komunikasi.

“Dengan duduk bersama, banyak hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan. Tetapi ketika sendiri, tentu kita memiliki keterbatasan sehingga hasilnya pun akan menjadi kurang optimal,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengapresiasi penguatan integritas internal jajaran Polda Sumbar serta kehadiran kepolisian dalam penanganan berbagai persoalan masyarakat, termasuk saat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Solok. Menurutnya, dukungan kepolisian dalam pencarian warga yang hilang dan penyediaan dapur bagi masyarakat terdampak, menjadi salah satu contoh nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.

“Walaupun pendek dari segi waktu, tetapi dampaknya kepemimpinannya begitu terasa bagi masyarakat Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT