BeritaKabupaten Dharmasraya

Annisa-Leli Membuktikan Kepemimpinan Bukan Soal Gender, Tapi Keberanian di Tahun Sulit

747
×

Annisa-Leli Membuktikan Kepemimpinan Bukan Soal Gender, Tapi Keberanian di Tahun Sulit

Sebarkan artikel ini
Satu Tahun Kepemimpinan Annisa-Leli di Kabupaten Dharmasraya
Satu Tahun Kepemimpinan Annisa-Leli di Kabupaten Dharmasraya. (f/pemkab)

Tahun pertama selalu menjadi musim paling sunyi bagi seorang pemimpin. Di sanalah keraguan orang lain bertemu dengan keyakinan diri. Di sanalah janji-janji diuji oleh kenyataan.

Oleh: Sutan Sari Alam

(Wartawan Muda)

ADVERTISEMENT

Mjnews.id – Ketika Annisa Suci Ramadhani resmi dilantik pada 20 Februari 2025 sebagai bupati perempuan pertama di Sumatera Barat, bersama wakilnya Leli Arni, banyak mata memandang dengan tanda tanya. Mampukah? Sanggupkah? Ataukah ini sekadar simbol tanpa daya?

Namun sejarah tidak pernah dibangun oleh keraguan. Ia dibangun oleh keberanian menapaki jalan yang terjal.

Kabupaten Dharmasraya bukanlah wilayah tanpa persoalan. Efisiensi anggaran membatasi ruang gerak. APBD yang dijalankan adalah warisan rancangan pemerintahan sebelumnya. Infrastruktur masih menuntut sentuhan. Ekonomi rakyat perlu penguatan. Di tengah tekanan itu, kepemimpinan bukan lagi soal pidato, melainkan soal ketahanan hati.

Setahun berjalan, pelan tapi pasti, jejak itu mulai terlihat.

pembangunan jalan di Kabupaten Dharmasraya

Enam ruas jalan kabupaten berhasil diselesaikan, menjangkau hampir 52 nagari. Jalan bukan sekadar aspal dan batu. Ia adalah urat nadi ekonomi. Ia adalah penghubung antara ladang dan pasar, antara sekolah dan masa depan, antara harapan dan kenyataan.

Di sektor sumber daya air, Bumi Cati Nan Tigo memperoleh dukungan APBN lebih dari Rp111 miliar untuk peningkatan dan rehabilitasi jaringan utama serta tersier. Air yang mengalir ke sawah-sawah bukan hanya menghidupkan padi, tetapi juga menjaga martabat petani agar tetap tegak berdiri di tanah sendiri.

Di bidang pertanian, bantuan produktif Rp7,25 miliar disalurkan kepada Gapoktan dan kelompok tani. Program One Village One Product (OVOP) ayam petelur di Nagari Sipangkur dan Nagari IV Koto Pulau Punjung mulai memperlihatkan denyut ekonomi baru. Sebanyak 151 unit alsintan dibagikan. Di sektor peternakan, rumah pakan dan alat pengolah pakan diberikan. Bibit ayam kampung disalurkan.

Langkah-langkah itu mungkin tampak administratif di atas kertas. Namun bagi seorang ibu petani yang bisa menyekolahkan anaknya dari hasil telur ayam, bagi seorang peternak kecil yang tak lagi membeli pakan dengan harga mencekik, itu adalah perubahan yang terasa.

Di bidang kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah menembus lebih dari 98 persen. Lebih dari 136 ribu warga telah menikmati cek kesehatan gratis. Anggaran Rp22,8 miliar per tahun digelontorkan untuk menjamin akses layanan kesehatan. Pembangunan Cathlab di RSUD Sungai Dareh menjadi simbol bahwa pelayanan medis di daerah tak boleh tertinggal.

Semua itu tidak lahir dari kemewahan fiskal. Ia lahir dari ketekunan menyusun prioritas. Bahkan pemerintah daerah menjalin koordinasi dengan perusahaan melalui program CSR untuk mempercepat perbaikan jalan dan jembatan di Sitiung, Sungai Rumbai, Koto Salak, Tiumang, hingga Timpeh.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT