Mjnews.id – Kepala Desa Silungkang Oso, Ferdinal menyambut baik inisiatif mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai smart farming hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, baru-baru ini.
Kepada Media, Rabu 4 Februari 2026 di Sawahlunto, Ferdinal berharap kegiatan ini dapat menjadi satu langkah lebih awal dalam mewujudkan Desa Silungkang Oso sebagai sentra pertanian yang modern dan berdaya saing.
“Selain sosialisasi dan edukasi, mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) juga memberikan pelatihan praktik pembuatan instalasi hidroponik sederhana serta penggunaan aplikasi IoT untuk memantau dan mengelola tanaman. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini dan berdiskusi mengenai potensi penerapan teknologi smart farming hidroponik di Desa Silungkang Oso,” kata Ferdinal.
Di samping itu, para mahasiswa juga melaksanakan praktek pembuatan minyak kemiri yang merupakan salah satu komoditi pertanian di Desa Silungkang Oso.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) dalam mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan teknologi pertanian modern.
Edukasi tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari petani, Kelompok Wanita Tani, Kepala Desa, serta penyuluh pertanian.
Pengetahuan dan Keterampilan Baru bagi Masyarakat Silungkang Oso
Para mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) yang diketuai oleh Imelia dari prodi agribisnis yang beranggotakan Ilhamsyah dari Prodi pendidikan teknik mesin, Aditya Rudios Putra dari Prodi teknologi rekayasa sistem elektronika,Fiski Atha Nasution dari Prodi teknik mesin, Febbi Anatasya dari Prodi Pendidikan kimia, Alifna Winta Cahyani dari Prodi kimia non kependidikan, memberikan materi terkait konsep smart farming hidroponik, manfaatnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, serta pengenalan teknologi IoT yang dapat diintegrasikan dalam sistem hidroponik.
Aditya mahasiswa teknologi rekayasa sistem elektronika selaku penanggung jawab kegiatan berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat Desa Silungkang Oso dalam memanfaatkan teknologi dalam proses bertani.
“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap masyarakat di Desa Silungkang Oso sudah satu langkah lebih maju menuju pertanian 5.0 melalui program pengenalan smart farming dan dengan penerapan smart farming hidroponik berbasis IoT. Petani dapat memantau dan mengendalikan kondisi tanaman secara real-time melalui perangkat smartphone, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi risiko gagal panen,” pungkasnya.
(Uni)












