pemkab muba
KesehatanSumatera Barat

11 Daerah di Sumbar Terjangkit Wabah PMK

257
×

11 Daerah di Sumbar Terjangkit Wabah PMK

Sebarkan artikel ini
webinar PMK secara hybrid
Fakultas Peternakan Unand beserta insan peternakan ISPI, Alumni dan Kelitbangan Pemprov Sumbar selenggarakan webinar secara hybrid, luring dan daring dipusatkan di PCC Fakultas Limau Manis Padang, Selasa (24/5/2022). (f/ist)

Padang, Mjnews.id – Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) beserta insan peternakan yang tergabung dalam ISPI, Alumni dan Kelitbangan Pemprov Sumbar menyelenggarakan webinar secara hybrid, luring dan daring dipusatkan di PCC Fakultas Limau Manis Padang, Selasa (24/5/2022).
Pokok bahasan yang ditampilkan adalah masalah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang sedang merebak sejak beberapa hari belakangan ini.
Tampil sebagai pembicara utama, Dr. Ir. Rochadi Tawaf. MS pakar ISPI Pusat, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar. Drh. Erinaldi MM, Kepala Balai Veteriner Baso. Drh. Gigih Tri Pambudi, Staf Pengajar Fakultas Peternakan Unand, Dr. Drh. Yelia Yelita MP serta praktisi pedagang ternak Azmi Alhuda.
Rochadi Tawaf dalam pemaparannya mengatakan bahwa upaya penanggulangan PMK belum optimal dilakukan pemerintah. Di negara lain seperti Inggris penanggulangan penyakit PMK dilakukan dengan memusnahkan semua ternak yang sakit yang jumlahnya mencapai 4 juta lebih.
Selain itu, lalu lintas ternak diberlakukan secara ketat, dimana ternak yang masuk tidak boleh dari daerah yang terkena PMK.
“Indonesia belum mampu memberlakukan hal itu. Banyak sapi yang diimpor juga berasal dari negara yang terkena PMK,” tegas Rochadi.
Menurut Rochadi dampak dari penyakit mulut dan kuku ini sangat luar biasa. Bahkan diprediksi kerugian bisa mencapai Rp 15,5 triliun satu tahun.
Oleh sebab itu, Dia menghimbau kepada pemerintah dan pelaku usaha serta masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati.
Sementara Gigih Tri Pambudi dan Yulia Yelita mengupas tentang sejarah dan langkah-langkah dini terkait PMK ini. Yulia juga menyampaikan upaya-upaya penanggulangan agar tidak merebaknya penyakit PMK ini di Sumbar.
Webinar secara Hybrid ini dibuka Wakil Gubernur Sumbar, Dr Audy Joinaldy, MSc, MM, SPt IPM Asean Eng.
Wagub menjelaskan tentang perjalanan masuk PMK di Indonesia dan bagaimana Indonesia bisa melepaskan status PMK nya itu. Hampir 90 tahun Indonesia bergulat melepaskan diri. Dimulai pertama tahun 1887 dan baru bebas tahun 1986. Dan diakui dunia baru tahun 1990.
Namun saat ini, kata Wagub kita terkena lagi. Sehingga segala produk peternakan kita tidak bisa diekspor ke luar negeri.
“Ini sangat merugikan,” tegas Wagub.
Wagub mengajak semua insan peternakan agar tetap hati-hati dan waspada terhadap perkembangan ini. Di Sumbar saat ini, PMK telah ada di 11 kabupaten dan kota.
“Hanya delapan kabupaten kota yang masih berstatus bebas PMK,” katanya.
Rektor Universitas Andalas, Prof. Yuliandri mengharapkan seminar ini dapat mencari solusi di tengah kegalauan dan kecemasan masyarakat akan PMK ini.
Dekan Fakultas Peternakan, Adrizal menyampaikan rasa optimisnya atas penyelenggaraan webinar ini. Webinar akan banyak memberikan pencerahan dan kontribusi ke dunia peternakan Apalagi kita menjelang idul Adha yang begitu banyak membutuhkan ternak.
“Sebagai insan peternakan, ini masanya kita memberikan pencerahan dan tuntunan kepada warga. Hal ini merupakan bagian dari pengabdian kita kepada masyarakat,” ujar Adrizal.
Seminar nasional secara hybrid ini berlangsung sukses, diikuti hampir 1.000 orang peserta baik secara online, offline dan youtube yang dipandu moderator Dr. Basril Basyar, MM.
(*/ns)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *