Padang Panjang, MJNews.id – Jelang Agustus, Dinas Pariwisata Kota Padang Panjang membuka kesempatan bagi pelajar tingkat SLTA untuk menjadi pasukan pengibar bendera.
Pemerintah Kota memulai seleksi siswa-siswa tingkat untuk menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada Hari Kemerdekaan ke-78.
Bertempat di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Selasa (14/3/2023), 142 Pelajar SLTA, Pemko mulai melakukan seleksi calon Paskibra 2023.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Drs. Maiharman yang membuka secara langsung penseleksian pasukan pengerek bendera, dalam hantaran singkatnya mengatakan, Padang Panjang merupakan kabupaten/kota yang kelima melakukan seleksi calon Paskibraka di Sumbar.
Sedangkan, di Kabupaten dan Kota di Sumbar, seperti Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman saat ini sedang tahap proses penseleksian.
Sebanyak 142 orang ini, kita akan dikerucutkan jadi 65 orang, yang terdiri dari 33 putra dan 32 putri. Serta dua orang untuk melaju ke seleksi calon Paskibra ke Tingkat Provinsi.
“Kita berharap, semua peserta seleksi untuk dapat mengikuti serangkaian seleksi ini dengan baik dan mematuhi semua aturan disiplin yang telah diberlakukan,” tutur Maiharman.
Pihaknya juga mengatakan, untuk 2023 ini seleksi calon Paskibra masih di bawah naungan Disporapar. Namun pada 2024 dan selanjutnya, sudah di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol. Ini sesuai dengan edaran dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Pendaftarannya melalui online. Untuk tahun ini masih secara manual, dengan masing-masing sekolah mengirimkan lima orang putra dan lima putri. Artinya, penseleksian dilakukan pihak independen. Mereka yang lulus, benar-benar orang yang punya kemampuan.
Di tempat yang sama, Kepala BPBD Kesbangpol, I Putu Venda, mengimbau kepada semua peserta seleksi untuk benar-benar memperlihatkan potensi dan kemampuannya dalam mengikuti semua tahapan seleksi.
Venda berharap, kepada semua peserta seleksi harus ada yang menjadi perwakilan Padang Panjang ke tingkat provinsi dan harapan lebih untuk bisa ke nasional. Silakan perlihatkan kemampuannya.
“Kalau untuk provinsi dan nasional, tidak hanya pada kemampuan baris berbaris (PBB) saja, namun juga kemampuan berkomunikasi berbagai bahasa, memperlihatkan bakat dan seni ataupun bela diri. Ini semua akan dinilai,” tuturnya.
Untuk seleksi tingkat kota lebih mengutamakan seleksi kesehatan, fisik dan PBB. Dalam empat hari ke depan para peserta seleksi akan mengikuti tes kesehatan dan parade, seleksi kesamaptaan, jasmani, seleksi wawancara (kepribadian, minat bakat dan rekam jejak di media sosial), seleksi akademik (Pancasila dan wawasan kebangsaan), seleksi intelegensi umum, seleksi PBB.
Di samping mendatangkan intruktur berkompeten, pihak Disporapar juga mendatangkan Tim Kesehatan yaitu, dr. Sonya Themiarto, Asnidar Astuti, A.Md.Keb, Yulia Desmon, SKM, M.Cio, Ernawati, SAP dan Ns. Riri Efrita, S.Kep.
Sebanyak 142 siswa-siswi mengikuti seleksi ini hingga empat hari ke depan. Di hari terakhir juga dilakukan seleksi untuk calon Paskibra tingkat Provinsi Sumbar yang akan mewakili Kota Padang Panjang.
(Son)












