Mjnews.id -Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI) melaksanakan Workshop dengan tema : Building Youth Resilience and Participation In Digital Literacy During the Political Year yang bertempat di Pustaka Lantai 5 Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.
Acara ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman mengenai literasi digital kepada anak muda dalam tahun-tahun politik.
Workshop ini mengundang pembicara Rita Gani sebagai dosen Universitas Islam Bandung, Vitania Yulia dan Revi Marta sebagai dosen Universitas Andalas, Lisa Adhrianti sebagai dosen Universitas Bengkulu dan Ni Made Ras Amanda sebagai dosen Universitas Udayana.
Workshop ini turut dihadiri oleh mahasiswa dari Universitas Andalas, UIN Imam Bonjol Padang dan Universitas Dharma Andalas.
Kegiatan ini diawali dengan kata sambutan oleh Ni Made Ras Amanda yang memberi
apresiasi kepada mahasiswa di Kota Padang karena antusias dengan kegiatan workshop ini. Ia berharap antusiasme mahasiswa ini dapat meningkatkan kompetensi dan kepedulian anak muda menjelang pemilu.
Ia juga berharap Anak muda dapat memberi warna-warna baru di tahun politik.
Acara ini dimulai dengan penyajian materi dari Rita Gani mengenai cara mencari informasi yang valid yaitu dengan memeriksa kembali informasi yang diterima. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan periksa laman url dan situs yang menyebarkan informasi tersebut. Selanjutnya lakukan perbandingan informasi yang disebarkan oleh media lain yang valid.
Ia menyebutkan bahwa sangat memungkinkan pesan-pesan hoax lama dikemas kembali dan disebarkan ke masyarakat.
Selanjutnya, Vitania Yulia menjelaskan mengenai konten-konten seperti apa yang harus dilaporkan. Konten tersebut seperti yang membuat resah dan tidak sesuai dengan norma-norma, Konten yang menjatuhkan secara personal dan Konten sensitif.
Pelaporan konten ini dapat dilakukan dengan mengirimkan email kepada Kominfo yang disertai dengan bukti-bukti yang valid.
Materi selanjutnya yaitu mengenai media seperti apa yang harus dipercayai, dijelaskan oleh Revi Marta. Ia menyebutkan bahwa media yang bisa dipercaya adalah media yang terverifikasi
oleh Dewan Pers.
“Kita harus berhati hati dengan fake account yang dapat menggiring informasi hoax,” katanya.
“Selain itu, kita harus waspada dengan informasi clickbait yang tujuannya hanya untuk meningkatkan algoritma,” pesannya.
Lisa Adhrianti menyambung materi pada workshop ini yaitu mengenai bagaimana cara menanggapi informasi yang salah. Berita yang diragukan kebenarannya harus disikapi dengan bijak. Sikap yang harus dilakukan adalah dengan melakukan cek sumber informasi dan jangan mudah percaya dengan sumber yang tidak kredibel.
“Selanjutnya cek informasi yang diberikan apakah sesuai fakta atau hanya opini. Hal yang harus dilakukan adalah saring sebelum sharing,” katanya.
Materi terakhir dipaparkan Amanda, yang menjelaskan dan mengajak peserta untuk membuat konten kreatif tentang literasi digital dengan menggunakan smartphone. Setelah itu, video tersebut ditampilkan dan dikompetisikan.
Acara ditutup dengan pemberian plakat dari Fisip Universitas Andalas kepada narasumber dan diakhiri dengan foto bersama.
Peserta memberikan kesan yang baik terhadap kegiatan workshop ini. Kegiatan ini meningkatkan kreativitas peserta dan meningkatkan intelektual tentang penyebaran informasi terlebih di tahun-tahun politik. Para peserta berharap agar workshop ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Narasumber memberikan kesan positif terhadap kegiatan workshop ini. workshop ini sesuai dengan budaya masyarakat Sumatera Barat dimana suka berdiskusi. Harapannya agar para anak muda lebih bisa bersuara mengenai politik di dunia maya dan dapat memberikan dampak yang positif.
Diharapkan ilmu tersebut bisa menjadikan peserta lebih sadar tentang penyebaran informasi dan dapat berpartisipasi dalam pemilu.
