Kombinasi Teknologi Termutakhir
Sementara itu, drh. Deddy Fachruddin Kurniawan Direktur Commercial yang didampingi oleh Prof. Dr. drh. Arief Boediono, Ph.D Direktur Repro Breeding Moosa Edufarm mengatakan peternakan ini telah berdiri sejak tahun 2019, dengan total luas sebesar 28 hektare.
“Kami di Moosa Edufarm memiliki inovasi yang mengombinasikan teknologi termutakhir dalam industri perkembangbiakan, MOET (Multiple Ovulation Embryo Transfer) dengan Genetic Screening,” terang Deddy Fachruddin.
Teknologi tersebut, berhasil memberikan persentase tingkat kehamilan yang lebih tinggi dari donor pilihan (sperma dan telur) dan memungkinkan peternak untuk mendapatkan hasil dengan kualitas tinggi.
“Apalagi, jika suasana dan suhu dilokasi peternakan mendukung, kualitas hasilnya akan semakin baik,” ungkapnya.
Selanjutnya, Prof. Arief Boediono juga menjelaskan, inovasi ini adalah sebuah terobosan besar dan baru pertama kali dilakukan di Indonesia, yakni di Moosa Edufarm Lubuk Selasih, Alahan Panjang, Solok. Dengan lokasi yang berada pada ketinggian 1.200 mdlp.
“Meski baru pertama kali dilakukan di Indonesia, kita bersyukur karena berhasil melakukannya,” ungkap Prof Arief.
Selanjutnya, Gubernur Mahyeldi beserta rombongan berkeliling untuk meninjau lokasi peternakan Moosa Edufarm.
(adpsb)
