Mjnews.id – Pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi pada 25 Februari 2022 lalu di Kecamatan Tigo Nagari sukses dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman.
Bantuan rumah hunian tetap yang bersumber dari anggaran Dana Sisa Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut telah berhasil dibangun sebanyak 509 unit.
Rumah berukuran tipe 36 dengan gaya rumah berukuran 5 x 7 Meter ditambah wc berukuran 1 x 1,5 meter, kini telah dihuni oleh masyarakat setempat.
Selama pembangunan dilaksanakan, Bupati Pasaman selalu menekankan kepada pihak terkait agar pembangunan ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat yang mendapatkan bantuan.
“Alhamdulillah, kini pembangunan huntap telah selesai dilaksanakan di Kabupaten Pasaman. Selama proses pembangunan saya lihat semuanya juga berjalan dengan lancar dan masyarakat yang menerima bantuan dapat memanfaatkan huntap ini,” ungkap Bupati.
Menurut Bupati, huntap yang telah selesai dibangun Pemkab Pasaman ini merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah setempat untuk melindungi masyarakatnya dari dampak bencana alam yang pernah terjadi di daerah itu.
Tanpa kenal lelah, bupati Benny Utama dan jajarannya selalu berusaha mengucurkan anggaran agar masyarakat dapat hidup layak dan beraktivitas seperti biasanya.
“Sesuai visi dan misi Pasaman saat ini yakni menjadikan masyarakat pasaman yang lebih baik dan martabat. Hal itu harus kita laksanakan agar Kabupaten Pasaman mampu bersaing di bidang apa pun di tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, Alim Bazar menerangkan Huntap yang telah selesai dibangun ini berjumlah 509 unit yang terdiri dari 285 unit huntap pola rembus dan Mandiri sebanyak 224 unit.
Huntap yang telah selesai dibangun di Kabupaten Pasaman ini juga mendapatkan nilai positif dari pemerintah pusat karena pengelolaan yang transparan dan sesuai dengan spesifikasi dari Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya.
Bahkan, Kabupaten Pasaman menjadi salah satu tempat studi tiru daerah lain dalam bidang pembangunan huntap ini, karena Pasaman dijadikan BNPB sebagai daerah yang sukses dalam mengelola keuangan dan administrasi pembangunan huntap ini.
“Tata cara pelaksanaan pembangunan huntap ini telah selesai kita laksanakan sesuai dengan spesifikasi dari Kementerian PUPR sendiri. Disamping itu, ketegasan dan instruksi dari bupati Benny Utama agar kita tidak bermain-main dalam mengelola anggaran dan bekerja secara profesional telah kita laksanakan dengan baik,” katanya.
Hal ini terbukti dengan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan, seperti pekerjaan pemasangan batu kali, dimana huntap tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi.
Selain itu, untuk pekerjaan pembangunan dinding dan pemasangan bata ringan telah terpasang sesuai standartnya. Begitu juga dengan pemasangan daun pintu dan jendela terbuat dari bahan aluminium sesuai arahan dari BNPB.
Begitu juga dengan pemasangan kuda-kuda yang menggunakan standar besi tulangan CNP dan Profil Main Trust atau baja ringan. WC dan kamar mandi juga menggunakan besi CNP.
“Kita sangat bersyukur karena selama pekerjaan berlangsung kita selalu diawasi oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dari Irtama BNPB dan diawasi oleh tenaga ahli dari perwira TNI Polri dari pusat,” ungkapnya.
(Riki)
