MJNews.id – Kebun buah Kandi yang didirikan di bekas lahan tambang seluas 31 hektare telah memberikan kontribusi yang positif bagi kota Sawahlunto, di mana saat ini kebun buah kandi memiliki banyak keunikan.
“Keunikan yang ada di Kebun Buah Kandi ini dijadikan salah satu geosite karena bekas tambang tadi, salah satunya bekas land form yang unik, direklamasi dengan bernilai ekonomis dan ada juga diskusi geologi pertambangan,” kata Kepala UPTD. Pembibitan Efdi kepada Media, Minggu 27 Agustus 2023.
Kebun buah Kandi yang awalnya dikonsep sebagai Agrowisata, di bawah UPTD pembibitan, kini Kebun buah Kandi dikonsep menjadi Agro Eduwista, dan dirangkul dengan geologi dan pertambangan.
“Karena kita punya view tambang yang masih aktif dengan singkapan batuan sendimen lipatan,” katanya.
Saat ini bagi pengunjung yang ingin mengunjungi Kebun Buah Kandi, selain dapat menikmati keberagaman aneka jenis buah buah-buahan, pengunjung juga dapat langsung belajar, bagaimana cara mencangkok, menyetek, sambung tanaman dan lain sebagainya.
Saat ini kebun buah kandi telah memiliki beragam jenis tanaman buah buahan, mulai dari nangkadak, lengkeng, nenas bogor, pepaya, jambu jamaika, jeruk bali, jambu biji, jambu Kristal, anggur, melon, matoa, durian, sirsak, sawo manila, sawo londo dan puluhan jenis tanaman buah buahan lainnya. Bahkan kebun buah saat ini juga melakukan pembibitan yang diproduksi massal untuk beberapa jenis tanaman perkebunan seperti, pinang, durian, manggis, dan alpukat, yang dibagi-bagikan gratis kepada masyarakat Sawahlunto.
Efdi berharap ke depan kebun buah Kandi ini sebagai pusat edukasi pertanian yang dapat memberikan edukasi pertanian kepada masyarakat dan juga pelajar karena di lahan bekas tambang ini bisa diterapkan pertanian terintegrasi. Dan memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwasanya di lahan kritis dan lahan tandus bekas tambang yang masih produktif ini bisa tumbuh beraneka ragam tanaman dan itu hanya ada di Kebun Buah Kandi Kota Sawahlunto.
(Uni)






