MJNews.id – Sudah diprediksi banyak orang, Pilwana/Pemilihan Walinagari Panyalaian berlangsung sengit. Pasalnya, tiga calon walinagari yang maju sama-sama punya peluang untuk dipilih. Dedi Sutani Dt Rangkayo Putiah (nomor 1), Chendra Adhiyaksa (nomor 2) dan Syamsuir Dt Rajo Dihulu (nomor 3).
Chendra Adiyaksa, yang digadang gadang orang untuk terpilih jadi Walinagari Panyalaian di luar prediksi banyak orang, tersingkir oleh Dedi Sutani Dt Rangkayo Putiah.
Pilwana Panyalaian, yang digelar, Selasa 26/9/2023 berlangsung sukses dan damai. Meski dua hari jelang hari pemilihan ada sedikit riak-riak antar pendukung. Hal tersebut, diungkapkan tokoh masyarakat Panyalaian, Asril Dt Pangulu Batuah kepada MJNews.id, di sela-sela pencoblosan.
Terciptanya Pilwana Badunsanak di nagari Panyalaian, didorong rasa kebersatuan yang utuh anak Nagari Panyalaian. Gambaran demokrasi dari pemilihnya yang cerdas. “Buktinya, pilwana damai dan jauh dari keributan nyaris tidak terjadi. Meski dari sekian banyak pemilih, tentu punya jagoan masing-masing,” ujar Panglu.
Lebih jauh Pangulu mengatakan, Pilwana telah usai dan pemenangnya sudah sama sama diketahui. Tinggal, bagaima merekat kembali jurang persatuan untuk bersama sama memikirkan kemajuan nagari. Kubu-kubuan, sudah tidak berlaku lagi. Sekarang, bagaimana bersama-sama memikirkan nagari akan maju. Sama-sama kita berdoa, di tangan Walinagari baru Dedi Sutani, akan lahir perubahan yang kita cita-citakan bersama.
Bukan, calon lain tidak mampu. Tapi, keberuntungan berpihak pada Dedi Sutani, diberi amanah oleh masyarakat untuk memikul beban yang tidak ringan ini. Kuncinya, terpulang kepada kebersamaan masyarakat. “Maju mundur nagari ini, bukan tanggung jawab walinagari dan aparatnya. Melainkan, bagaimana rajin kita mengawal jalannya roda pemerintahan nagari kejalur yang kita idamkan,” terang Mantan Ketua PWI ini.
Keberpihakan, pada semua lapisan dan golongan hal yang sangat perlu dibangun walinagari, sebelum memulai aktivitas penuhnya. Rajin bertanya, santun pada semua orang modal besar dalam mengolah jalannya roda pemerintahan. Bila tidak, yakinlah beban beran akan menghadang didepan. “Kegagalan membangun komunikasi yang dirasakan selama ini jangan terulang kembali. Keterbukaan sangat diperlukan masyarakat di era sekarang,” imbuh Asril Pangulu Dt Batuah.
Sementara di tempat terpisah, Adrison Dt Parpatiah mengatakan, Pilwana Panyalaian tahun ini, dinamikanya agak berbeda jika dibandingkan dengan Pilwana serentak yang digelar Pamerintahan Kabupaten Tanah Datar. Pasalnya, pilwana tahun ini beriringan dengan Pileg yang bakal digelar tahun depan.
“Bagi nagari yang punya walinagari baru, tentu pertaruhan warwah nagari untuk mensukseskan Pileg tahun 2024,” terang Adrison.
Untuk itu, bagi walinagari terpilih dari sekarang, berpandai-pandailah menjalin komunikasi dengan bakal Calon Anggota DPRD Tanah Datar. Mana tahu, dari sekian banyak calon Anggota DPRD Tanah Datar bakal bersaing nanti terpilih jadi anggota DPRD.
“Tentu nantinya akan jadi rekan duet dalam memikirkan nagari. Tugas Anggota DPRD, meraih sebanyak mungkin kue pembangunan dari Tanah Datar dan membawanya untuk nagari,” tukuk Adrison Dt Perpatiah.
(Son)






