pemkab muba
BeritaEkonomiSumatera Barat

Program Nagari Creative Hub Mulai Tunjukkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Nagari Pangian

8
×

Program Nagari Creative Hub Mulai Tunjukkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Nagari Pangian

Sebarkan artikel ini
Ketua Satuan Tugas (Satgas) NCH Nagari Pangian, Zilnovita Zainal yang akrab disapa Elok Piko
Ketua Satuan Tugas (Satgas) NCH Nagari Pangian, Zilnovita Zainal yang akrab disapa Elok Piko. (f/pemprov)

Mjnews.id – Program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), Nagari Creative Hub (NCH), mulai menunjukkan dampak nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kreativitas masyarakat di tingkat nagari.

Di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, pusat kreativitas tersebut berkembang tidak hanya sebagai wadah pengembangan generasi muda, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan UMKM, pelestarian seni budaya, serta pengembangan pemasaran produk lokal berbasis digital.

ADVERTISEMENT

Program yang diinisiasi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama Wakil Gubernur, Vasco Ruseimy itu kini menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus motor penggerak ekonomi nagari. Seiring berkembangnya program tersebut, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) NCH Nagari Pangian, Zilnovita Zainal yang akrab disapa Elok Piko, menjelaskan bahwa Pemprov Sumbar telah menghadirkan lima fasilitas utama untuk mendukung operasional NCH, yakni Teras Nagari sebagai pusat informasi potensi daerah, Lapau Nagari sebagai sarana pemasaran digital UMKM, Medan Balindung sebagai ruang pelatihan dan diskusi masyarakat, Medan Nan Bapaneh sebagai pusat aktivitas seni budaya, serta layanan internet gratis.

“Seluruh fasilitas tersebut telah dimanfaatkan masyarakat sejak NCH diluncurkan dan mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat,” ujarnya di Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (29/7/2026).

Di sektor ekonomi, enam produk unggulan UMKM Nagari Pangian kini telah dipasarkan secara rutin setiap pukul 19.00 hingga pukul 21.00 WIB melalui akun @nch.pangian di TikTok Shop. Produk tersebut meliputi aneka sambalado, rendang belut, minuman kesehatan serai-lemon-jahe, keripik pisang, berbagai kerajinan tangan, hingga produk kriya dan deta khas masyarakat setempat.

Menurut Elok Piko, potensi UMKM Nagari Pangian sebenarnya jauh lebih besar. Namun, sebagian besar produk kuliner masih menghadapi kendala pada aspek daya simpan yang relatif singkat sehingga belum siap dipasarkan secara lebih luas melalui platform digital.

“Produk kita sebenarnya banyak. Kendala terbesar adalah bagaimana makanan bisa bertahan lebih lama. Produk seperti sambal dan kuliner khas lainnya masih membutuhkan teknologi pengawetan yang baik agar bisa dipasarkan secara nasional melalui platform digital,” katanya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan rendang belut yang mampu bertahan hingga sekitar dua bulan, sebagian besar produk kuliner lainnya masih membutuhkan inovasi pada teknologi pengemasan dan pengawetan. Karena itu, pendampingan kepada pelaku UMKM kini tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga diarahkan pada penerapan teknologi pangan agar produk memiliki daya simpan lebih panjang dan daya saing yang lebih kuat.

Mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM Nagari Pangian
Mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM Nagari Pangian. (f/ist)

Selain aspek produksi, transformasi digital juga menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi membuat proses adaptasi pelaku UMKM masih berlangsung secara bertahap. Untuk mengatasinya, Satgas NCH menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai mitra pendamping.

Mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM mulai dari pembuatan akun TikTok, strategi meningkatkan jumlah pengikut, teknik siaran langsung (live shopping), pengelolaan pesanan, hingga sistem pembayaran digital.

“Kami terus belajar sambil berjalan. Mahasiswa KKN banyak membantu kami memahami cara melakukan live TikTok, mengelola pesanan hingga sistem pembayaran,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT