pemkab muba
Berita

Gubernur Sumbar Dorong Penguatan Fikih Wasathiyah Bisa Menjawab Tantangan Keagamaan Kontemporer

4
×

Gubernur Sumbar Dorong Penguatan Fikih Wasathiyah Bisa Menjawab Tantangan Keagamaan Kontemporer

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama ulama dan pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, dalam Nadwah Fiqhiyyah Internasional
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama ulama dan pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, dalam Nadwah Fiqhiyyah Internasional. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya penguatan fikih wasathiyah (moderat) sebagai fondasi dalam menjaga persatuan umat sekaligus menjawab berbagai persoalan keagamaan yang terus berkembang di era modern.

“Pemahaman keislaman yang moderat, argumentatif, dan berorientasi pada kemaslahatan menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika kehidupan masyarakat,” ungkap Mahyeldi saat membuka Nadwah Fiqhiyyah Internasional bersama ulama dan pakar syariah asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm, yang diselenggarakan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

Forum ilmiah bertema “Prinsip-prinsip Metodologis dalam Pemanfaatan Pendapat Fuqaha pada Isu-Isu Fikih Kontemporer” itu diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas para dai, dosen, guru pondok pesantren, dan praktisi keislaman dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Mahyeldi menekankan umat Islam membutuhkan pemahaman agama yang menghadirkan ketenangan, memperkuat ukhuwah, serta mampu menjaga persatuan. Menurutnya, penyampaian ajaran agama kepada masyarakat harus mengedepankan nilai-nilai yang menyejukkan, sedangkan pembahasan ilmiah yang bersifat mendalam merupakan ruang para ulama untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam.

“Umat harus disuguhi pemahaman yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, serta menjaga persatuan. Adapun pembahasan yang bersifat mendalam memiliki forum tersendiri di kalangan para ulama. Alhamdulillah, hal itu juga ditekankan oleh Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai kehadiran Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm di Sumbar menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat tradisi dialog ilmiah sekaligus memperkaya wawasan keislaman para dai, akademisi, dan pendidik di daerah.

Menurut Mahyeldi, Suriah memiliki kedekatan historis dengan Indonesia dalam tradisi keilmuan Islam, terutama karena mayoritas masyarakatnya menganut mazhab Syafi’i yang juga menjadi rujukan utama umat Islam di Indonesia.

“Mudah-mudahan hubungan keilmuan ini terus berkembang. Suriah memiliki warisan peradaban Islam yang luar biasa, dengan jejak para sahabat Rasulullah SAW dan ulama besar yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga berharap IKADI Sumbar terus menjadi garda terdepan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya terhadap berbagai persoalan keagamaan yang terus berkembang.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat fikih wasathiyah sebagai pendekatan dalam memahami persoalan keagamaan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat.

“Kami berharap IKADI terus memperkuat pemahaman fikih yang wasathiyah dan mampu merespons berbagai persoalan kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT