Sumatera Barat

Dinsos Sumbar Proses Pemulangan Enam Orang Terlantar ke Jabar dan Jateng

223
×

Dinsos Sumbar Proses Pemulangan Enam Orang Terlantar ke Jabar dan Jateng

Sebarkan artikel ini
Dinsos Sumbar Proses Pemulangan Enam Orang Terlantar ke Jabar dan Jateng
Dinsos Sumbar Proses Pemulangan Enam Orang Terlantar ke Jabar dan Jateng. (f/humas dinsos sumbar)

Mjnews.id – Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (Dinsos Sumbar) melalui bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), kembali menuntaskan proses pemulangan enam warga berstatus Orang Terlantar (OT) ke daerah asal masing-masing di Pulau Jawa, Senin (09/10/2023).

Total selama 2023 berjalan, Bidang Linjamsos telah memproses pemulangan 36 Orang Terlantar yang terdiri dari warga Sumbar dan warga Luar Sumbar.

Kepala Dinsos Sumbar, Arry Yuswandi menyebutkan, warga berstatus Orang Terlantar termasuk ke dalam bagian 26 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Sehingga, menjadi tanggung jawab Dinas Sosial di bawah koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk mengembalikan Orang Terlantar ke daerah asal masing-masing.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur Sumbar, bahwa Sumbar harus menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi siapa saja. Oleh karena itu, jika ada warga asal Luar Sumbar yang terlantar di Sumbar, maka kita wajib memproses pemulangannya ke daerah asal,” ucap Arry.

Ada pun enam Orang Terlantar yang diproses pada Senin kemarin, kata Arry, terdiri dari tiga warga Jawa Barat (Jabar) dan tiga warga Jawa Tengah (Jateng). Ketiganya terlantar di Kota Padang setelah menjadi korban pelanggaran kesepakatan kerja. Keenam OT tersebut berprofesi sebagai nelayan, yang dibawa oleh seseorang untuk melaut di peraian Sumbar.

Keenam Orang Terlantar tersebut, sambung Arry, tiba di Kota Padang pada awal September, dan sempat melaut di perairan Sumbar selama beberapa hari. Namun kemudian, keenamnya terjaring operasi pengamanan laut, karena diduga melaut menggunakan kapal yang tidak dilengkapi surat-surat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena statusnya pekerja, keenamnya diamankan, didata, dan kemudian dilepaskan. Namun, statusnya kemudian menjadi terlantar sehingga diproses pemulangannya ke daerah asal masing-masing,” ucap Arry menjelaskan.

Dinsos Sumbar, sambung Arry, menjalin kerja sama dengan Dinsos Provinsi tetangga dan Dinsos Kabupaten/Kota di Sumbar dalam memulangkan atau melanjutkan pemulangan Orang Terlantar. Sebab, proses pemulangan harus dilakukan secara estafet antar daerah, yang terdiri dari proses pemulangan serta proses melanjutkan pemulangan.

“Bagi warga luar Sumbar yang terlantar di Sumbar, kita pulangkan ke daerah asalnya secara estafet. Contoh, warga Jakarta, maka kita pulangkan secara estafet ke Dinsos Jambi. Nanti Dinsos Jambi yang akan melanjutkan proses pemulangannya secara estafet ke Dinsos Sumsel. Begitu seterusnya hingga Orang Terlantar tersebut sampai di Jakarta,” ucap Arry lagi.

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT

banner 120x600