BeritaJawa TengahTNI

TMMD ke-128 Eratkan Hubungan Sosial Warga Lewat Estafet Batu Pembangunan Jembatan Garuda

16
Estafet Batu Pembangunan Jembatan Garuda dalam TMMD ke-128
Estafet Batu Pembangunan Jembatan Garuda dalam TMMD ke-128 di Desa Krangean. (f/pendim)

Mjnews.id – Pembangunan Jembatan Garuda, salah satu sasaran tambahan dalam program TMMD ke-128 Kodim 0702/Purbalingga di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, tidak hanya menghadirkan akses penghubung bagi warga di Desa Krangean dan Ponjen, tetapi juga menjadi ruang bertumbuhnya kebersamaan.

Di lokasi pekerjaan, para warga tampak berbaris memanjang, saling mengoper batu dalam estafet menuju titik pondasi jembatan. Satu per satu, batu berpindah dari tangan ke tangan, membentuk alur kerja yang rapi dan terus mengalir.

ADVERTISEMENT

Menariknya, di balik aktivitas fisik tersebut, justru terselip suasana hangat yang penuh interaksi. Canda dan tawa antara warga dan Satgas TMMD terdengar di sela-sela pekerjaan, menjadikan kerja berat terasa lebih ringan.

Estafet batu memang merupakan salah satu cara memindahkan material, namun lebih dari itu, estafet batu di Desa Krangean hari ini justru menjadi simbol kebersamaan warga. Dalam barisan itu, tidak ada sekat, baik tua dan muda, bapak-bapak hingga ibu-ibu, semua melebur dalam satu tujuan yang sama.

Sertu Riyadi, salah satu Satgas TMMD Kodim 0702/Purbalingga menyampaikan bahwa, sejak hadirnya TMMD dan keterlibatan warga dalam kegiatan ini, membuat hubungan antar warga semakin hangat. Sehingga, setiap hari saat melakukan pekerjaan warga selalu kompak dan semangat.

“Melalui kegiatan ini, hubungan antar warga semakin erat. Mereka tidak hanya bekerja sama, tetapi juga saling berinteraksi, sehingga ini membuat mereka semakin kompak dan semangat ketika memulai hari untuk bersama-sama melakukan pembangunan ini,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Hal senada juga disampaikan Wanto, salah satu warga yang ikut dalam estafet batu. Ia mengaku senang bisa terlibat langsung. Baginya, pembangunan jembatan ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses yang dijalani bersama.

“Senang bisa ikut ambil bagian. Selain untuk kepentingan kita bersama, pembangunan ini juga jadi kegiatan untuk kami para warga jadi lebih akrab dan kompak. Yang biasanya jarang ketemu, sekarang kerja bareng, akhirnya lebih akrab dan kompak,” tuturnya.

Jembatan Garuda yang tengah dibangun memang diharapkan mampu mempermudah konektivitas dan aktivitas warga. Tetapi, lebih dari itu proses pembangunannya telah lebih dahulu menghadirkan manfaat sosial, yaitu mempererat hubungan antar warga melalui kerja sama sederhana yang lebih makna.

(*)

Exit mobile version