Berita

Tolak Tempat Relokasi Karena Tak Layak, P2KL dan P2WB Sampaikan Aspirasi ke DPRD Bukittinggi

356
×

Tolak Tempat Relokasi Karena Tak Layak, P2KL dan P2WB Sampaikan Aspirasi ke DPRD Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
P2KL dan P2WB Sampaikan Aspirasi ke DPRD Bukittinggi
P2KL dan P2WB Sampaikan Aspirasi ke DPRD Bukittinggi. (f/siti aisyah)

Mjnews.id – Pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima (P2KL) dan Perkumpulan Pedagang Wisata Bukittinggi (P2WB) di kawasan Pasa Ateh, sampaikan keluhan dan aspirasi ke DPRD Bukittinggi, Kamis (15/05/2025).

Mereka menolak keputusan relokasi terkait adanya penataan PKL yang dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi.

ADVERTISEMENT

Ketua P2KL, Noviandri, menjelaskan, pihaknya meminta perhatian dari DPRD khususnya komisi 2, terkait diterbitkannya SP 1 dari Pemko Bukittinggi tentang perintah pengosongan tempat berjualan.

“Di sini kami menolak keputusan Pemko dengan berbagai pertimbangan diantaranya tempat relokasi dinilai tidak layak atau sangat tidak strategis. Posisinya di lantai 4 Pasa Putiah dan lantai 3 Pasa Ateh. Titik-titik relokasi itu jauh dari keramaian pengunjung pasar dan pedagang tidak ada jual beli,” ujar Noviandri.

Noviandri menambahkan, pedagang menilai masih banyak lokasi yang lebih strategis untuk dijadikan lokasi penataan. Seperti, lantai dasar Pasa Ateh, lantai 2 dan bagian Barat bangunan Pasa Ateh. Untuk keberadaan PKL, jumlah PKL yang terdampak kebakaran terdiri dari lapangan harian 463 orang dan lapangan bulanan 300 orang.

“Sampai kini, kami belum tahu sumber pendataan PKL ini diambil dari mana oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Kami dari PKL berharap memanfaatkan semaksimal munglkin lahan –lahan strategis, yang tidak mengganggu fasilitas umum untuk dijadikan tempat relokasi dan menjadikan Pasa Ateh Bukittinggi sebagai pusat transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli yang ramai,” terang Noviandri didampingi Ketua P2WB Feri Efendi.

Lebih lanjut, Noviandri menyebutkan terkait SP 1 dari Pemko Bukittinggi, sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi terkait relokasi pedagang. Hal ini membuat mereka kecewa sebagai warga negara. Mereka mendukung program PKL naik kelas, namun berharap, usaha mereka tidak mati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bukittinggi, Wahyu Bestari menerangkan, relokasi ini dilakukan untuk lebih menata PKL agar tidak melanggar aturan.

“Kedepannya, PKL tidak lagi berjualan di fasilitas umum atau di luar gedung Pasa Ateh. Hal ini demi kepentingan pariwisata kota. Gerak ekonomi Pasa Ateh ditentukan pariwisata. Jika kunjungan ke Pasa Ateh ramai, akan berpengaruh kepada ekonomi PKL itu sendiri. Kita melakukan relokasi pedagang eksisting atau yang aktif berjualan. Selain itu, PKL akan dimasukkan ke Pasa Putiah setelah direnovasi nanti. Konsepnya adalah Pasar Wisata. Saat ini, relokasinya sudah siap,” ungkap Wahyu.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT