pemkab muba
BeritaPadang Panjang

Wako Padang Panjang Instruksikan Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

470
×

Wako Padang Panjang Instruksikan Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis bersama Wawako Allex Saputra
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis bersama Wawako Allex Saputra. (f/pemko)

Mjnews.id – Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem di kota ini, dengan target tuntas pada awal 2026.

Instruksi ini disampaikannya pada rapat bersama para pejabat terkait di Ruang VIP Balai Kota, Kamis (5/6/2025). Rapat tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota, Allex Saputra.

ADVERTISEMENT

“Target kita jelas. Awal 2026, tidak ada lagi warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem, seperti yang pernah kita capai pada 2022 dengan status nol jiwa. Ini bukan hal mustahil, asalkan semua bergerak bersama,” tegas Hendri.

Mencapai target ini, Wako meminta langkah-langkah konkret dan terukur dari OPD teknis. Di antaranya melalui bantuan langsung seperti pemberian bibit tanaman produktif (cabai, sawi), bantuan ternak ayam, hingga pelatihan keterampilan kerja bagi warga yang memiliki potensi.

“Kalau ada yang punya keahlian menjahit, fasilitasi dengan pelatihan dan bantu mesin jahit. Tapi jangan sampai hanya menerima bantuan. Harus ada pernyataan dan komitmen dari mereka untuk benar-benar bergerak keluar dari kemiskinan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan personal dan pemberdayaan agar warga tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga pelaku perubahan dalam hidupnya.

Saat ini, berdasarkan data Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), masih terdapat 18 Kepala Keluarga (KK) atau 102 jiwa di Padang Panjang yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

Wako menegaskan, jumlah tersebut harus menjadi fokus intervensi dan dipastikan keluar dari kategori tersebut sebelum memasuki 2026.

“Kita harus susun langkah yang tepat. Jangan hanya program, tapi juga hasil. Setiap bantuan harus diikuti dengan pendampingan dan kesepakatan bersama. Kita ingin mereka benar-benar bangkit,” ujar Hendri.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT