pemkab muba
BeritaEkonomi

Soal Beras Oplosan, Zulhas: Jangan Bohongi Rakyat

727
×

Soal Beras Oplosan, Zulhas: Jangan Bohongi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Menko Pangan, Zulkifli Hasan
Menko Pangan, Zulkifli Hasan. (f/ist)

Mjnews.id – Polemik isu beras oplosan menjadi perhatian serius pemerintah.

Menteri Koordinator Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, menyatakan mengenai upaya pemerintah dalam menanggulangi praktik ilegal ini dan menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Zulhas sapaan akrabnya menegaskan bahwa Satuan Tugas (Satgas) akan bertindak tegas terhadap para pelaku pengoplosan beras.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah akan membangun infrastruktur permanen untuk memutus mata rantai penyelewengan beras. Salah satu caranya adalah dengan memperluas jalur distribusi Surat Permintaan Hasil Panen (SPHP).

“SPHP bisa masuk ke, selain ke Kantor Pos, juga bisa masuk ke Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KOPDES MERAH PUTIH),” jelas Zulhas di Jakarta, pada Sabtu 19 2025.

Menurutnya, Koperasi Desa atau KOPDES Merah Putih akan hadir di setiap desa, sehingga beras subsidi dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata dan menghindari praktik pengoplosan oleh tengkulak.

Zulhas mengatakan bahwa praktik pengoplosan beras, pencampuran, atau pengurangan timbangan merupakan pelanggaran hukum yang berat.

“Kan kita enggak boleh dong membohongi rakyat. Kalau jualan A, ya A. Kalau B, ya B,” tegasnya.

Ia meminta dukungan media untuk membantu menyampaikan pesan ini kepada masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan praktik penyelewengan.

“Tidak usah khawatir, ya. Kalau ada apapun, beri informasi. Pasti kita akan tindak keras,” katanya.

Ia mengakui bahwa saat ini masih terjadi praktik di pasar di mana beras bersubsidi dicampur dengan beras non-subsidi untuk dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar, namun tetap menguntungkan bagi penjual. Hal ini terjadi karena pemerintah belum memiliki infrastruktur yang memadai.

“Nanti kita punya infrastruktur namanya KOPDES. Di tiap desa ada,” ujarnya.

Zulhas menyampaikan dengan adanya KOPDES, diharapkan praktik curang seperti pencampuran beras dan permainan harga oleh tengkulak dapat dipangkas secara permanen. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mengatasi masalah beras oplosan dan memastikan harga beras stabil.

(*/eky)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT