BeritaBudayaKota Payakumbuh

Parade Onthel 2025 Perkenalkan Payakumbuh Sebagai Kota Budaya, Ramah Wisata dan Kuliner Lezat

396
×

Parade Onthel 2025 Perkenalkan Payakumbuh Sebagai Kota Budaya, Ramah Wisata dan Kuliner Lezat

Sebarkan artikel ini
Parade Onthel Payakumbuh 2025
Parade Onthel Payakumbuh 2025. (f/pemko)

Mjnews.id – Parade Onthel Payakumbuh 2025 membuat suara bel sepeda tua menggema di sepanjang jalan Kota Payakumbuh pada akhir pekan ini.

Ratusan orang berbusana tempo dulu mengayuh sepeda onthel melintasi Kampung Adat, rumah gadang, Masjid, taman kota, dan wisata unggulan.

ADVERTISEMENT

Perayaan dua hari yang menjadikan Payakumbuh seolah kembali ke masa lalu.

Di tengah gencarnya pembangunan dan modernisasi, kota ini berhasil menghadirkan sensasi wisata klasik yang menggabungkan budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif dalam satu kesatuan.

Parade Onthel bukan Sekadar Nostalgia

“Parade Onthel bukan sekadar kegiatan olahraga atau nostalgia. Ini adalah cara kita memperkenalkan Payakumbuh sebagai kota yang kaya akan budaya, ramah wisata, dan kuliner yang lezat,” kata Wako Zulmaeta, Minggu (09/11/2025).

Selama dua hari, 8–9 November 2025, jalanan Payakumbuh dipenuhi sekitar lima ratus onthelis dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Padang, Bukittinggi, Lampung, Jambi, Palembang, hingga Sidoarjo.

Mereka datang dengan sepeda yang umurnya bisa mencapai puluhan tahun, beberapa bahkan diwariskan turun-temurun.

Dengan pakaian jadul, jas safari, kebaya, hingga seragam pejuang, para peserta membuat suasana Kota Payakumbuh berubah menjadi panggung wisata bernuansa sejarah.

“Konsepnya adalah menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda. Kita ingin orang datang ke Payakumbuh bukan hanya untuk melihat pemandangan, tapi juga merasakan suasana masa lalu yang hidup kembali,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, yang juga ketua pelaksana kegiatan.

Rute parade dirancang layaknya paket wisata budaya. Dimulai dari GOR M Yamin yang disulap jadi Pasa Lamo, para ontelis melintasi Kampung Adat Balai Kalikih.

Kemudian Masjid Gadang Balai Nan Duo, Tugu Onthel raksasa, ikon yang hanya ada dua di dunia, hingga Taman Batang Agam, ruang hijau yang menjadi kebanggaan warga Payakumbuh.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT