Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Sijunjung mematangkan berbagai agenda strategis pembangunan daerah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, di Operation Room Kantor Bupati, Rabu (22/7/2026).
Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Iraddatillah, Sekretaris Daerah Jaheri, para staf ahli, asisten, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sejumlah agenda penting menjadi fokus pembahasan, mulai dari persiapan penilaian UNESCO Global Geopark (UGGp) Geopark Ranah Minang Silokek, evaluasi pembangunan dan laporan Realisasi Fisik dan Keuangan (RFK) Triwulan II, hingga persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Afrineldi memaparkan bahwa asesmen menuju UNESCO Global Geopark dijadwalkan berlangsung pada 17–21 Agustus 2026.
Sementara itu, Asisten II Setdakab, Yulizar menyampaikan evaluasi pembangunan dan capaian RFK hingga 30 Juni 2026, sedangkan Asisten I Aprizal memaparkan rangkaian peringatan HUT RI yang akan diawali dengan peluncuran kegiatan pada Car Free Day, 2 Agustus 2026.
Selain upacara bendera yang akan diikuti seluruh ASN, pemerintah juga menggelar gotong royong bersama di sejumlah titik yang menjadi lokasi penilaian UGGp sebagai bentuk kesiapan menyambut tim asesor.
Dalam arahannya, Bupati Benny Dwifa Yuswir menyampaikan bahwa keberhasilan Geopark Ranah Minang Silokek meraih status UNESCO Global Geopark akan menjadi momentum penting bagi kemajuan Kabupaten Sijunjung.
“Apabila Geopark Ranah Minang Silokek menyandang status UNESCO Global Geopark, yakinlah pembangunan di Kabupaten Sijunjung akan semakin meningkat. Negara tentu akan memberikan perhatian lebih kepada daerah kita,” ujar Benny.
Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja dengan penuh kesungguhan selama proses penilaian. Menurutnya, kesempatan yang dimiliki Sijunjung saat ini bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga mewakili Indonesia di hadapan dunia.
“Selama lima hari penilaian, Sijunjung membawa nama Indonesia. Ini bukan lagi persoalan daerah semata. Kita memiliki geosite yang lengkap dan potensi luar biasa. Karena itu, seluruh pihak harus menunjukkan komitmen terbaik,” tegasnya.
Bupati juga optimis proses menuju UNESCO Global Geopark akan berjalan dengan baik. Menurutnya, pengakuan internasional tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan, memperkuat pelestarian lingkungan, mengangkat budaya lokal, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.












