pemkab muba
BeritaKesehatanKota Payakumbuh

Ini Pesan Wali Kota Payakumbuh di Youth Health Adventure Carnival Hari Bakti Dokter Indonesia 2026

21
×

Ini Pesan Wali Kota Payakumbuh di Youth Health Adventure Carnival Hari Bakti Dokter Indonesia 2026

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta membuka Youth Health Adventure Carnival Hari Bakti Dokter Indonesia 2026
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta membuka Youth Health Adventure Carnival Hari Bakti Dokter Indonesia 2026. (f/pemko)

Mjnews.id – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta mengingatkan pelajar agar menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang sejak usia sekolah karena penyalahgunaan zat adiktif dapat merusak kesehatan, mental, dan masa depan generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Zulmaeta saat menghadiri Payakumbuh Youth Health Adventure Carnival di GOR Nan Ompek Tanjung Pauh, Payakumbuh, Minggu (9/8/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) 2026 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Payakumbuh-Lima Puluh Kota (Paliko).

ADVERTISEMENT

Zulmaeta mengatakan pelajar yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan generasi yang dalam 10 hingga 20 tahun mendatang akan memimpin Kota Payakumbuh dan daerah sekitarnya. Karena itu, kesehatan, pendidikan, dan pembentukan mental perlu dipersiapkan sejak dini.

“Anak-anak kita yang sekarang duduk di bangku sekolah ini 10 sampai 20 tahun lagi akan menjadi orang-orang yang memimpin kota ini dan daerah kita. Kalau mentalnya bagus, pendidikannya bagus, dan sehat, saya yakin Payakumbuh akan lebih maju,” kata Zulmaeta.

Menurut dia, membentuk generasi yang sehat tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik. Keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membangun ketahanan mental serta membekali remaja dengan pengetahuan untuk menghadapi berbagai risiko dalam pergaulan.

Ia mengatakan narkoba merupakan salah satu ancaman yang harus dicegah sejak usia sekolah karena penyalahgunaan zat adiktif dapat menimbulkan kecanduan dan ketergantungan yang berdampak terhadap kesehatan serta kehidupan seseorang.

Karena itu, Zulmaeta meminta pelajar tidak mencoba narkoba dengan alasan apa pun dan berani menolak ajakan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan zat terlarang.

“Obat-obatan ini akan menyebabkan kecanduan dan ketergantungan yang sulit untuk dihilangkan, bagaimanapun dokter-dokter ini mau menerapi. Maka kita arahkan bagaimana menghindari dan mengantisipasi pemakaian narkoba ini,” ujarnya.

Selain narkoba, Zulmaeta mengingatkan pelajar agar berhati-hati dalam pergaulan dan mampu mengenali perilaku yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan maupun masa depan mereka.

Ia meminta siswa menaati aturan sekolah, menjaga pergaulan, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang membawa dampak negatif.

Zulmaeta juga menekankan pentingnya pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi bagi remaja. Menurutnya, pemahaman yang benar diperlukan agar pelajar mampu mengenali risiko kesehatan dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Ia meminta guru turut memberikan perhatian terhadap pembentukan mental peserta didik di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan dan pembentukan mental perlu berjalan beriringan agar pelajar memiliki bekal dalam menghadapi perkembangan lingkungan dan pergaulan.

“Tolong Bapak-Ibu guru semua, di samping edukasi nanti, dilanjutkan pendidikan tentang mental remaja ini di sekolah masing-masing. Karena di tangan gurulah mental anak-anak ini dimulai, bagaimana mereka bisa berkembang nantinya,” katanya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT