pemkab muba
BeritaKota SawahluntoKPU

KPU Sawahlunto Perkuat Pendidikan Pemilih di Masa Non-Tahapan

60
×

KPU Sawahlunto Perkuat Pendidikan Pemilih di Masa Non-Tahapan

Sebarkan artikel ini
Komisioner KPU Kota Sawahlunto Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rony Yandri hadir sebagai narasumber Radio Sawahlunto FM
Komisioner KPU Kota Sawahlunto Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rony Yandri hadir sebagai narasumber Radio Sawahlunto FM. (f/yuni oktrianti)

Mjnews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto terus memperkuat sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada masyarakat meski tahapan Pemilu dan Pilkada telah berakhir. Upaya tersebut dilakukan melalui dialog interaktif bersama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Sawahlunto FM pada frekuensi 99,9 MHz. Rabu 19 Agustus 2026.

Dialog yang mengangkat tema “Membangun Budaya Demokrasi melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Masa Non-Tahapan” itu berlangsung selama 60 menit. Komisioner KPU Kota Sawahlunto Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rony Yandri, hadir sebagai narasumber dan dipandu host Febriana Sugita.

ADVERTISEMENT

Dalam dialog tersebut, Rony menegaskan bahwa berakhirnya Pemilu dan Pilkada bukan berarti upaya membangun demokrasi ikut berhenti. Sebaliknya, masa setelah seluruh tahapan pemilu selesai menjadi momentum penting untuk menjaga kesadaran masyarakat terhadap demokrasi.

“Pemilu dan Pilkada memang telah selesai dilaksanakan. Namun, demokrasi tidak berhenti ketika proses pemungutan dan penghitungan suara berakhir,” ujar Rony.

Menurutnya, terdapat sejumlah pekerjaan penting yang harus terus dilakukan pada masa non-tahapan, di antaranya menjaga kesadaran masyarakat terhadap demokrasi, meningkatkan kualitas partisipasi pemilih, membangun pemilih yang cerdas, serta memastikan masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Salah satu fokus KPU Sawahlunto, kata Rony, adalah memperluas pendidikan pemilih kepada generasi muda, termasuk generasi Z.

Ia menilai masa non-tahapan justru menjadi waktu yang strategis untuk memberikan pemahaman kepemiluan secara berkelanjutan kepada masyarakat.

“Masa non-tahapan menjadi momentum untuk mempersiapkan masyarakat agar menjadi pemilih yang lebih cerdas dan bertanggung jawab,” katanya.

Rony menambahkan, pendidikan pemilih tidak cukup hanya dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilu atau Pilkada. Kegiatan tersebut harus berlangsung secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai kelompok masyarakat.

Karena itu, KPU Sawahlunto terus mendorong keterlibatan generasi muda, masyarakat marginal, komunitas, lembaga pendidikan, partai politik, media, serta berbagai elemen masyarakat lainnya dalam membangun budaya demokrasi.

Menurutnya, keberhasilan demokrasi tidak semata-mata diukur dari tingginya angka partisipasi pemilih. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat menggunakan hak pilihnya secara sadar, rasional, dan bertanggung jawab.

Rony menyebut tingkat partisipasi pemilih di Kota Sawahlunto pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya menjadi salah satu yang tertinggi di Sumatera Barat. Namun, capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas partisipasi masyarakat.

“Dengan demikian, kita tidak hanya mengejar tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga membangun partisipasi yang berkualitas dan budaya demokrasi yang sehat di Kota Sawahlunto,” pungkasnya.

(Uni)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT