BeritaInfrastrukturKota Payakumbuh

Pekerjaan Proyek Irigasi di Pauh Sangik Limapuluh Kota Tuai Sorotan Tajam

17
×

Pekerjaan Proyek Irigasi di Pauh Sangik Limapuluh Kota Tuai Sorotan Tajam

Sebarkan artikel ini
Pekerjaan Proyek Irigasi di wilayah Ate Rao Jorong Ambacang Kunyik, Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota
Pekerjaan Proyek Irigasi di wilayah Ate Rao Jorong Ambacang Kunyik, Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota. (f/ist)

Mjnews.id – Proyek pembangunan irigasi di wilayah Ate Rao Jorong Ambacang Kunyik, Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, tuai sorotan tajam, setelah pekerjaan tersebut selesai terlihat kondisi fisik pekerjaan di lapangan diduga serabutan dan berpotensi tidak sesuai dengan standar pembangunan maupun spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Temuan tersebut diketahui setelah sejumlah wartawan melakukan investigasi dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan mendokumentasikan kondisi bangunan irigasi yang berada di area persawahan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, sejumlah bagian saluran irigasi terlihat dalam kondisi yang memerlukan perhatian. Permukaan beton tampak tidak rata, sementara pada beberapa bagian dinding saluran terlihat sudah retak-retak.

Berdasarkan pengakuan masyarakat Pauah Sangik yang namanya diminta tak ditulis kepada wartawan membeberkan bahwa memang benar proyek irigasi di Jorong Ambacang Kunyik, Nagari Pauah Sangik, memang menuai tanda tanya besar baginya selaku masyarakat.

Menurutnya, saat proyek tersebut dikerjakan plang proyek pun tak terlihat dan diduga kuat dikerjakan asal-asalan.

Ia juga meminta pihak terkait di Kabupaten Limapuluh Kota agar menindaklanjuti temuan proyek irigasi Jorong Ambacang Kunyik tersebut.

“Setiap pekerjaan proyek irigasi yang tidak memakai plester akan mudah keropos, ketika dihantam debit air yang tinggi atau perubahan cuaca, struktur batu dan semen yang telanjang akan cepat terkikis dan runtuh,” katanya.

Menurutnya, tanpa plesteran, air akan merembes keluar melalui celah-celah batu sebelum mencapai lahan pertanian petani.

“Terlihat juga hal ini membuat distribusi air di lokasi persawahan masyarakat tersebut menjadi tidak efektif,” ujarnya saat ditanya wartawan melalui pesan singkat whatsappnya, Selasa malam 15 September 2026.

Sementara itu, Wali Nagari Pauah Sangik, Edison Dt. Rajo Sigoto kepada wartawan mengatakan, benar, proyek irigasi tersebut menggunakan anggaran dana desa pada tahun anggaran 2025 dengan jumlah biaya 161.686.715 dan panjang saluran 443 meter.

“Memang tidak diplester hanya langsung cor saja memakai mal triplek,” sebutnya singkat saja.

(Yud)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT