pemkab muba
Parlemen

Pembangunan ATM Rp 790,2 Miliar, Dirut AirNav Usulkan PNM Anggaran 2023 ke DPR

199
×

Pembangunan ATM Rp 790,2 Miliar, Dirut AirNav Usulkan PNM Anggaran 2023 ke DPR

Sebarkan artikel ini
Polana B Pramesti
Direktur Utama AirNav Indonesia, Polana B. Pramesti. (f/eki baehaki)

JAKARTA, Mjnews.id – Direktur Utama Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) Polana B. Pramesti meminta alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) pagu indikatif tahun anggaran 2023.
Ia mengatakan permohonan untuk pembiayaan empat lokasi ATM (Air Traffik Menejement) sistem di empat lokasi. 
“Jadi kenapa kami megajukan ATM karena untuk membiayai pembangunan ATM lokasi di empat lokasi Jakarta, Medan, Balik papan dan Pontianak Sebesar Rp 790,2 Miliar,” ujar Polana usai mengikuti RDP bersama komisi IV Senayan Jakarta. Pusat, Rabu 15 Juni 2022.
“Kami membutuhkan peningkatan pengelolaan ruang udara. Hal ini tentunya untuk mendukung rencana strategis dari teknologi perhubungan udara 2020 sampai 2024,” sambungnya. 
Lebih lanjut Polana menjelaskan selama dua tahun sejak 2020, kinerja Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia tersebut sangat terimbas oleh pandemi Covid-19. Pendapatan lembaga anjlok akibat penurunan jumlah pergerakan maskapai.
“Sesuai dengan kewenangan kami pendapatan digunakan untuk investasi. Sebelum pandemi kita membiayai sendiri yang signivikan, Sehingga pengeluaran invitasi-investasi harus di evisienkan sehingga dan tidak dapat digunakan sebagai revulitasi atau peremajaan,” paparnya.
Polana menilai, mayoritas aset AirNav Indonesia berupa tower sehingga tidak dapat dimaksimalkan untuk mencari pendapatan di luar penerbangan. 
“Jadi begini pak saya bacakan, kalau Angkasa Pura (PT Angkasa Pura Persero) punya sumber pendapatan lain, kami murni dari trafik.
Wanita pertama duduk sebagai direktur AirNav Indonesia mengatakan bahwa akan bergegas serta melakukan inovasi dalam mengembangkan peluang bisnis di luar pergerakan penerbangan. 
Dia menargetkan pada tahun ini, perusahaan sudah mampu mencetak kinerja keuangan yang positif, Peluang bisnis yang kami sedang gali adalah potensi pendapatan lain yang bisa dimonetasi.
“Kami harus tetap melakukan apa siaga untuk melayani navigasi penerbangan kalau dari aspek keuangan tentunya dengan penurunan traffic dan penurunan orang yang melakukan perjalanan di dibarengi dengan penurunan traffic di mana pada tahun 2020 terjadi penurunan hampir cukup signifikan,” pungkasnya.
(ror/eki)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *