pemkab muba
Jawa Tengah

Selain Jadi Dalang Kesenian Kuda Lumping, Wanita Ini Juga Jurnalis

287
×

Selain Jadi Dalang Kesenian Kuda Lumping, Wanita Ini Juga Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Nda Rharas
Nda Rharas atau lebih dikenal dengan nama panggung Mbak Jenong.

Banjarnegara, MJNews.id – Beberapa waktu lalu viral seorang wanita cantik menjadi dalang sebuah pertunjukan kuda lumping atau biasa masyarakat menyebut embeg di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Selama 2 tahun vakum tidak ada pertunjukan dan pagelaran seni budaya karena terbentur oleh pandemi, pertunjukan embeg dengan dalang wanita tersebut dibanjiri oleh ratusan penggemarnya.
Nda Rharas atau lebih dikenal dengan nama panggung mbak Jenong salah satu dalang cantik yang menjadi pusat perhatian para penggemar embeg ternyata seorang guru PAUD terkemuka di Kecamatan Bawang.
Rharas ternyata selain terkenal menjadi salah satu dalang wanita yang ada di Banjarnegara, dirinya juga tercatat sebagai jurnalis salah satu Media online di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
Menurut Rharas saat ditemui awak media menyampaikan, untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian harus dimulai sejak usia masih dini agar kelak budaya tidak punah di era digital seperti saat ini.
“Dengan bergabungnya saya di Padepokan Satria Remembe di Desa Pucang, Kecamatan Bawang berharap bisa memotivasi anak muda untuk melestarikan seni budaya embeg yang ada di Kabupaten Banjarnegara,” jelasnya, Jum’at (27/05/2022).
Dalang cantik yang biasa dipanggil dengan sebutan Mbak Jenong itu mengungkapkan bahwa Kuda Lumping adalah Salah satu warisan kebudayaan yang harus dijaga dan dilestarikan, tentu dengan aturan-aturan yang ada dan tidak boleh disalahgunakan.
“Di Padepokan Satria Remembe dalam melakukan aksi pertunjukan tidak boleh sembarangan kita harus mempelajari semua hal bersama dengan teman-teman yang lain,” ujarnya.
Sementara Ketua Padepokan Satria Remembe, Wiwit Yoga Priyatna mengatakan, anak-anak dibina bukan hanya tentang kesenian tapi juga tentang solidaritas saling asah asih asuh antar sesama.
“Ini merupakan salah satu setrategi untuk menarik simpati penonton untuk melihat pertunjukan Embeg dengan cara memakai dalang wanita, salah satunya Rharas,” katanya.
Menurut Wiwit semenjak bergabungnya Rharas 5 tahun lalu suasana padepokan dan suasana pertunjukan sangat jauh berbeda.
“Kebetulan Rharas seorang single parent yang mempunyai penggemar di media sosial baik facebook atau instagram maka wajar jika para netizen datang untuk menyaksikan kebolehannya,” imbuhnya.
(Dana)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *