Kota PariamanTNI

Danlantamal II Padang Kunjungi Kota Pariaman, Ini Harapan Wako Genius Umar

285
×

Danlantamal II Padang Kunjungi Kota Pariaman, Ini Harapan Wako Genius Umar

Sebarkan artikel ini
Danlantamal II Padang Kunjungi Kota Pariaman
Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Padang, Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono, memberikan cenderamata kepada Walikota Pariaman, Genius Umar, pada kunjungan kerjanya di Kota Pariaman, Selasa (14/12/2021). (humas)

Kota Pariaman, Mjnews.id – Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Padang, Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono, Kunjungan Kerja ke Kota Pariaman, Selasa (14/12/2021).
Kegiatan diawali dengan rombogan Danlantamal II Padang, bersilaturahmi dengan Walikota Pariaman, Genius Umar di ruang kerja walikota, dilanjutkan dengan bertemu para guru pada launching buku Muatan Lokal (Mulok) Bahasa dan Sastra Mingkabau (BSM), yang merupakan yang pertama di Provinsi Sumatera Barat, kemudian penyerahan Hibah tanah dari Pemko untuk Posmat AL Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman.
Setelah memberikan arahan dan sambutan di Balaikota, rombongan bergerak ke Muaro Pantai Gandoriah, melihat Monumen TNI AL Kota Pariaman, selanjutnya meninjau Kantor Pos Pengamat (Posmat) AL di Kota Pariaman, dan lanjut ke lokasi museum Kapal KRI Teluk Ratai 509, yang direncanakan menjadi Museum Bahari, dimana lokasi ini berdekatan satu sama lain,yang terletak dibelakang GOR Pauh, Desa Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Utara, dan kemudian dijamu makan siang bersama di RM Pincalang dan terakhir ke SMK N 3 Pariaman.
“Kunjungan ini selain bersilaturahmi dengan Walikota Pariaman, sekaligus meninjau dan mendiskusikan Hibah Kapal Perang KRI Teluk Ratai 509 yang akan dijadikan Museum Bahari di Kota Pariaman ini, dan kami menyambut baik akan hal tersebut,” ujarnya.
Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono, juga menceritakan bahwa dirinya, pernah menjadi komandan KRI Teluk Ratai 509 ini, yang merupakan kapal perang Komando Lintas Laut militer (Kolinlamil) jenis Landing Ship Tank (LST), dan Kapal ini telah banyak melakukan tugas membela perbatasan NKRI, baik membawa pasukan maupun membawa bantuan.
“Kalau kapal ini sudah bersandar dan menjadi Museum Bahari di Kota Pariaman, kami yakin akan menjadi destinasi wisata baru dan diminati oleh pengunjung dan wisatawan, dan Kota Pariaman akan semakin dikenal secara nasional bahkan internasional, karena kapal ini dulunya adalah kapal perang Amerika Serikat pada Perang Dunia ke II,” ungkapnya.
Jenderal Bintang satu yang baru menjabat Danlatamal II Padang selama 1 bulan lebih ini, juga mengagumi Kota Pariaman dengan semua sejarah dan kelebihan destinasinya di wilayah pesisir Sumatera Barat, karena dapat menjadikan sejarah AL, menjadi nilai jual wisatanya, sehingga banyak pengunjung yang datang kesini.
“Kami melihat Museum TNI AL Kota Pariaman sangat bagus, dilengkapi dengan diaroma dan sejarahnya, apalagi yang meresmikan adalah KSAL, tentu akan menambah nilai historis dari Monumen TNI AL ini,” tukasnya.
Danlantamal II Padang ini datang bersama dengan para Asisten dan petinggi Pangkalan Utama TNI AL II Padang, dengan harapan semua anggota yang ia bawa, dapat memberikan masukan dan melaksanakan instruksi dan menindak lanjuti, apa yang telah ia perintahkan terkait kunjungan kerja ke Kota Pariaman ini, ulasnya mengakhiri.
Harapan Wali Kota Genius Umar
“Hari ini, kita dikunjungi oleh Danlantamal II Padang yang baru menjabat 1 bulan lebih, beserta rombongan petinggi Lantamal II Padang ke Kota Pariaman, semoga kunjungi ini, dapat memberikan hal yang terbaik untuk kemajuan Kota Pariaman, apalagi kita akan sering bersinergi dalam mendirikan Museum Bahari, eks Kapal KRI Teluk Ratai 509,” ujar Wali Kota Pariaman, Genius Umar.
Genius menuturkan, proses administrasi penghapusan aset BMN (Barang Milik negara) ini telah sampai di Kementerian Pertahanan, tinggal menunggu persetujuan dari pejabat terkait di Kementrian Pertahanan, ucapnya.
“Kita telah menyiapkan anggaran untuk menarik KRI Teluk Ratai-509 yang akan dibawa ke Kota Pariaman dengan cara towing (ditarik dengan kapal), dan setelah secara administrasi penyerahan eks Kapal Perang ini selesai, maka kita akan segera membawa kapal tersebut, tentunya akan diperbaiki terlebih dahulu, agar sampai dengan baik ke Kota Pariaman nantinya,” ungkapnya.
Walikota Pariaman ini juga menceritakan kepada Jenderal Bintang satu, Danlantamal II Padang, bahwa Kota Pariaman adalah Pangkalan Besar TNI AL Sumatera, ketika Bukittinggi menjadi ibukota negara di masa PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia).
“Tercatat dalam sejarah perjuangan ALRI pada masa kemerdekaan, kota Pariaman mempunyai peran yang sangat strategis, terutama saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukit Tinggi Sumatera Barat periode 1946 – 1949. Pariaman menjadi salah satu basis kekuatan perjuangan maritim rakyat Sumatera Barat, yang tergabung dalam Tentara Rakyat Indonesia Laut Sumatera Tengah atau Resimen ALRI, yang menjadi cikal bakal ALRI Pangkalan Besar Pariaman,” terangnya.
Ia bercerita, pada Agresi Militer Belanda II, tentara Belanda berusaha merebut Pariaman dengan melakukan beberapa kali serangan. Meskipun serangan Belanda semakin gencar, TNI Angkatan Laut tetap bertahan di posisinya masing-masing, salah satunya bunker yang terletak di Jalan Tugu Perjuangan dekat kantor Pos Pariaman sekarang.
“Di mana di dalam bunker tersebut terdapat 36 orang yang terdiri dari TNI Angkatan Laut dan warga sipil,” ungkapnya.
“Dari pertempuran yang tak seimbang itu, 34 orang gugur dan hanya dua orang yang selamat dan Para pejuang TNI AL yang gugur tersebut, saat ini dikebumikan di Taman Makam Pahlawan, Kusuma Bangsa, Rawang, Kota Pariaman, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah gugur mempertahankan Kota Pariaman sebagai basis pertahanan TNI AL kala itu,” tuturnya.
“Dengan adanya sejarah tersebut, Genius berharap, Kota Pariaman dapat menjadi Kota Maritim atau Kota Bahari di Indonesia, dan dengan dukungan dari Danlantamal II Padang dan jajaranya, kiranya hal ini dapat terwujud, apalagi kalau Museum Bahari, eks Kapal KRI Teluk Ratai 509 sudah berdiri nantinya, akan menambah eksistensi Kota Pariaman sebagai Kota Maritim atau Kota Bahari di Indonesia,” tutupnya.
(j/sul)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *