pemkab muba
BudayaJawa Tengah

Tradisi Nyadran di Bulan Suro Warga Kaliwatubumi di Makam Eyang Giri Jumanthoko

123
×

Tradisi Nyadran di Bulan Suro Warga Kaliwatubumi di Makam Eyang Giri Jumanthoko

Sebarkan artikel ini
Warga Kaliwatubumi di Makam Eyang Giri Jumanthoko
Warga Kaliwatubumi di Makam Eyang Giri Jumanthoko saat laksanakan tradisi Nyadran di bulan Suro.

Purworejo, MJNews.ID – Sebagian besar warga Desa Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh, Purworejo, Jawa Tengah, Jum’at 27 Agustus 2021 mulai pukul 07.00 WIB sampai selesai menggelar Sedekah Bumi atau nyadran di pelataran Makam Eyang Giri Jumanthoko.
Selain masyarakat Kaliwatubumi, acara Nyadran juga diikuti warga Desa Prigelan, Kecamatan Pituruh.
Dalam acara tersebut, meminta doa bersama kepada Sang Pencipta alam jagad royo seisinya, tak ada henti-hentinya rasa puji syukur karena telah dilimpahkan segala sesuatunya, bisa baik itu dari hasil palawija, pertanian dan lain-lain yang subur tanpa ada suatu hama/wereng loh jinawi.
Mijo (59), salah seorang masyarakat dari Desa Prigelan saat ditemui MJNews mengatakan bahwa dirinya mengikuti tradisi nyadran ini sudah sejak tahun 1991, turun temurun dari nenek moyangnya. Kita bersama-sama setiap bulan Suro selalu hadir dalam prosesi tersebut untuk ngalap berkah dari Eyang Giri Jumanthoko yang konon adalah putra cikal bakal Desa Prigelan Pedukuhan Kuniran yang menjadi guru spiritual Bupati Kutoarjo pertama pada zaman Belanda.
Setelah doa bersama tidak lupa sang juru kunci dengan sebutan Mbah Saimun berkata dan berpesan agar semua yang ikut hadir diberikan kelancaran Rizky serta dijauhkan dari penyakit atau pagebluk. 
“Sedikit pesan kepada dinas terkait untuk bisa membantu memperbaiki akses jalan yang sudah rusak parah menuju tempat wisata religi Eyang Giri Jumanthoko yang terletak di Gunung Satrio,” harapnya.
Di tempat terpisah, Kades Kaliwatu Bumi, Sujatmiko, SE didampingi sang istri Eni Budiastuti, SE, saya sangat terharu baru pertama kali ini diundang untuk acara prosesi nyadran, pepatah orang Jawa nguri-nguri kebudayaan adat Jawa yang dilakukan setiap bulan Suro bertepatan dengan hari Jum’at Kliwon, yang konon di hari itu sangat sangat sakral dan mustajab untuk meminta doa dari para leluhur nenek moyang kita yang ada di tanah Jawa.
“Tak lupa juga menyampaikan kepada masyarakat yang ikut hadir dalam prosesi nyadran sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam acara tersebut dan sesuai prokes anjuran pemerintah dan menerapkan 5M supaya semua sehat dan jauh dari Covid-19,” pungkasnya.
(KJ)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *