![]() |
| Novrianto alias Ucok. |
Padang, MJNews.ID – Sespri dan Adpim Setdaprov kelihatannya tidak paham dengan berorganisasi. Sebab, adanya aksi pilih-pilih media dalam pertemuan gubernur pada Kamis 12 Agustus 2021 besok. Padahal rencana awal yang diundang adalah organisasi, namun ternyata undangan diberikan kepada masing-masing media.
Novrianto atau kerap dipanggil Ucok, salah seorang pimpinan media yang diundang, merasa berang karena konsep pertemuan dan pembicaraan antara Sespri dan koordinator JPS, tidak sesuai dengan undangan yang dilayangkan.
Bukan hanya itu, dalam undangan pimpinan media terdapat dua nama yang sama, aneh bukan? Ini menunjukkan ketidakseriusan orang yang mengundang, serta terkesan terburu-buru dan tidak cermat.
“Saya merasa apa yang dilakukan Adpim dalam mengirim undangan tidak serius dan terkesan terburu-buru, sehingga ada nama ganda yang diundang. Bukan hanya itu, tadinya Sespri mengontak koordinator JPS untuk melakukan diskusi, namun undangan dilayangkan atas nama pimpinan media, padahal JPS itu organisasi tempat berkumpulnya para Pemred yang notabene tidak semuanya melakukan kontrak kerja sama dengan Pemprov,” tegas Novrianto.
Dia juga menyayangkan Sespri yang amat terburu-buru mengundang JPS melalu selular, padahal adpim tidak memahami hal tersebut.
“Ini merupakan bukti kalau Adpim dan Sespri tidak memahami situasi, wajar kalau Gubernur juga sering gak paham, karena orang di sekitarnya sama,” tegas Novrianto.
JPS selama ini sudah memberikan sumbangsih pemikiran untuk semua stakeholder, bahkan turun langsung memberikan berbagai bantuan dimasa pandemi, termasuk juga dalam menyikapi Labor Unand yang tidak dibantu gubernur dalam melakukan operasionalnya.
Sekaitan dengan undangan yang salah kaprah tersebut, bukan hanya Novrianto, beberapa Pemred lainnya juga sepakat tidak menghadiri pertemuan.
(cok)






