![]() |
| Kementan gandeng Anggota DPR RI, Panggah Susanto adakan Bimtek Peningkatan Nilai Tambah Gula Kelapa di Purworejo. (m.taufik) |
Purworejo, MJNews.id – Purworejo merupakan salah satu wilayah yang banyak ditumbuhi tanaman kelapa dan aren yang sejak lama menjadi salah satu potensi penunjang ekonomi masyarakat setempat. Kecuali buah kelapa dan aren, salah satu bagian utama yang banyak dimanfaatkan yaitu air niranya yang diolah masyarakat manjadi gula merah cetak, bahkan sebutan untuk pengrajin gula ini telah mengenal diversifikasi olahan nira menjadi gula semut.
Gula semut adalah gula merah yang berbentuk butiran atau kristal. Gula semut memiliki beberapa keunggulan dibanding gula merah cetak yaitu lebih praktis diaplikasikan sebagai bahan tambahan makanan dan minuman. Karena dalam tahapan pembuatan gula semut melalui pengeringan, maka kadar air gula semut lebih rendah sehingga lebih awet dan tahan lama.
Dari nilai ekonomi, gula semut harganya lebih tinggi dibanding gula merah cetak biasa. Selain itu gula semut lebih praktis dalam pengemasan, penyimpanan dan distribusi.
Dari berbagai keunggulan tersebut, masih terdapat tantangan yang dihadapi salah satunya adalah standarisasi pengolahan. Selama ini gula semut yang diproduksi oleh pengrajin gula kelapa selaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) cenderung tidak sama baik dari sisi pengolahan maupun hasilnya.
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui pelatihan mengenai standarisasi pengolahan produk gula merah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Anggota DPR-RI Komisi IV Ir Panggah Susanto MM.
Bertempat di Hotel In Sanjaya Purworejo, kegiatan pelatihan yang bertajuk Bimbingan Teknis (Bimtek) “Komoditas Kelapa Purworejo menembus Pasar Exsport melalui Perbaikan penanganan pasca panen” dilaksanakan Rabu 2 Maret 2022.
Pada kegitaan ini dilibatkan 60 peserta IKM gula aren dari Kecamatan Bagelen, Loano dan Bener dengan menghadirkan narasumber dari Direktur PPH Perkebunan Ir. Dedi Junaedi, MSc, Anggota Komisi IV Fraksi Golkar DPR-RI Ir. Panggah Susanto, MM.
Narasumber Pemateri oleh Bapak Hanggoro Susanto, SP. MM dan Ibu H. Sri Susilowati, SE sebagai koordinator Pasca Panen (PP), Ir. M. Unggul Ametung, MSi sebagai Koordinator Penerapan Teknologi Pertanian menyampaikan materi mengenai standarisasi pengolahan produk gula terutama gula semut.
Materi yang disampaikan mengenai standarisasi pengolahan produk gula aren yang disampaikan terkait aspek-aspek penting dalam standarisasi pengolahan mulai dari tahap persiapan alat dan bahan penyadapan, proses penyadapan nira, penanganan bahan baku (nira) hingga aspek pengolahan menjadi gula semut, serta dukungan dari DPR-RI dan dinas dinas terkait lainnya terkait sarana peralatannya.
Pelatihan yang berlangsung selama 1 hari tersebut, ternyata disambut dengan antusias oleh para IKM gula aren selaku peserta.dengan harapan kedepanya gula semut Purworejo benar-benar menjadi komoditi unggulan.
(fix)






