Pasbar, MJNEWS.ID – Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Erianto meminta perusahaan kelapa sawit yang ada di Pasaman Bara membantu warga menyalurkan minyak goreng. Pasalnya, saat ini minyak goreng mengalami kenaikan harga yang signifikan.
“Ditengah harga minyak goreng yang naik dan susah pula mendapatkannya,hendaknya setiap perusahaan kelapa sawit yang ada di Pasaman Barat ini membantu warga memperoleh minyak goreng,” pintanya.
Dia katakan, diantara perusahaan kelapa sawit yang ada di Pasaman Barat ada yang memproduki minyak goreng. Untuk itu, sudah saatnya perusahaan kelapa sawit yang ada bisa berbagi membantu masyarakat sekitar dengan minyak goreng murah atau menggunakan program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Perusahaan kelapa sawit yang ada segera kita panggil untuk berkoordinasi bagaimana membantu masyarakat dengan minyak goreng,” katanya.
Pihaknya juga mengharapkan pada Dinas Koperasi dan UKM agar mengantisipasi persoalan naiknya minyak goreng di pasaran.
“Selain mengadakan operasi pasar murah juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan perusahaan atau pabrik kelapa sawit yang ada bagaimana membantu masyarakat,” harapnya.
Sebagai informasi, gempa bumi bermagnitudo 6.1 di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat yang terjadi pada Jumat (25/2) pagi hari telah menimbulkan kerusakan dan memakan korban jiwa. Gempa bumi yang berpusat di 0,14 derajat LU dan 99,94 derajat BT pada kedalaman 10 kilometer itu juga dirasakan di Kabupaten Pasaman, Lima Puluh Kota, dan Agam. Gempa bumi susulan juga terus menerus terjadi hingga hari ini.
Berdasarkan data BNPB, per 26 Februari, pukul 20.56, di Kabupaten Pasaman Barat, tercatat korban jiwa sebanyak 4 orang, luka berat, 37 orang, luka ringan 310 orang dan kurang lebih 10.000 jiwa mengungsi di 35 titik pengungsian yang berada di Kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman dan Kecamatan Kinali.
Kemudian di Kabupaten Pasaman dilaporkan ada 6 orang meninggal dunia, luka berat 5 orang, luka ringan 36 orang, 3 ribu jiwa menungsi dan ada 4 orang tertimbun material longsoran yang hingga kini masih dalam proses pencarian dan pertolongan.
Di Kabupaten Lima Puluh Kota, sebanyak 53 jiwa dari 16 KK terdampak dan 2 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Selanjutnya di Kabupaten Agam dilaporkan ada seorang bayi mengalami luka-luka akibat terdampak gempabumi.
Secara keseluruhan, dampak gempa bumi mengakibatkan 103 unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak ringan, kurang lebih 1.307 unit rumah rusak ringan, 3 unit fasilitas pendidikan rusak berat, 2 rumah ibadah rusak, 1 bangunan fasilitas umum rusak, termasuk beberapa bangunan milik pemerintahan.(ded)






