BeritaLimapuluh Kota

7 Kecamatan di Limapuluh Kota Diterjang Banjir dan Longsor, Lalu Lintas Sumbar-Riau Sempat Lumpuh 6 Jam

2
×

7 Kecamatan di Limapuluh Kota Diterjang Banjir dan Longsor, Lalu Lintas Sumbar-Riau Sempat Lumpuh 6 Jam

Sebarkan artikel ini
Kawasan Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota terendam banjir akibat meluapnya Batang Sinamar
Kawasan Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota terendam banjir akibat meluapnya Batang Sinamar. (f/ist)

Mjnews.id – Hujan berkepanjangan sejak tiga hari terakhir, terhitung Jum’at sampai Minggu (10-12 Mei 2024), menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota mengalami bencana banjir dan tanah longsor.

Meski tidak ada korban jiwa atas terjadinya peristiwa banjir dan tanah longsor tersebut, namun dampak dari bencana banjir dan tanah longsor mendatangkan kerugian cukup besar bagi masyarakat, seperti rusaknya fasilitas umum dan usaha pertanian serta usaha peternakan termasuk kerugian harta benda akibat rusak terendam genangan banjir.

ADVERTISEMENT

Hasil pantauan media, Senin 13 Mei 2024, kawasan paling parah digenangi banjir akibat meluapnya aliran Batang Sinamar adalah kawasan Nagari Taram, Kecamatan Harau.

Air yang merendam kawasan penduduk setinggi dada orang dewasa itu, selain melumpuhkan sarana transportasi, bahkan ratusan rumah warga juga terendam dan menjadi sasaran luapan banjir Batang Sinamar.

Wali Nagari Taram, Nanang Anwar Dt. Rajo Sampono Nan Bajangguik, kepada wartawan membenarkan hal itu.

“Daerah kami kembali diterpa banjir yang sangat luar biasa ini, padahal kemarin siang sampai sore air aliran dari batang sinamar tersebut sudah mulai surut. Namun karena hujan yang cukup deras semalam, sehingga terjadi lah banjir yang melanda masyarakat di Jorong Subarang Nagari Taram,” kata Nanang Anwar.

Dijelaskan Nanang, saat ini data yang baru masuk yang sudah dihimpun di Nagari Taram yang terdampak banjir lebih kurang 258 KK, sedangkan untuk lahan pertanian dan perkebunan Jorong Subarang terdata lebih kurang 100 H, jorong Balai Cubadak 175 H, dan Jorong Parak Baru diperkirakan lebih 300 H lahan pertanian yang telah direndam banjir,” ujar Nanang.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, ketika diminta komentarnya menyatakan sedikitnya terdapat 7 kecamatan di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota yang menjadi korban banjir dan tanah longsor.

Diungkapkan Rahmadinol, data sementara bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota pada 12 Mei 2024 adalah banjir terjadi di Nagari Tarantang, Kecamatan Harau.

Di kawasan ini, tim penanggulangan bencana bersama Polres 50 Kota dan Kodim 0306/50 Kota sempat melakukan evakuasi masyarakat.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT