BeritaLimapuluh Kota

7 Kecamatan di Limapuluh Kota Diterjang Banjir dan Longsor, Lalu Lintas Sumbar-Riau Sempat Lumpuh 6 Jam

20
×

7 Kecamatan di Limapuluh Kota Diterjang Banjir dan Longsor, Lalu Lintas Sumbar-Riau Sempat Lumpuh 6 Jam

Sebarkan artikel ini
Kawasan Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota terendam banjir akibat meluapnya Batang Sinamar
Kawasan Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota terendam banjir akibat meluapnya Batang Sinamar. (f/ist)

Disampaikan Rahmadinol, banjir juga terjadi di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, tepatnya di kawasan Hulu Aie dan Kandang Lamo. Di daerah ini tim penanggulangan bencana juga melakukan evakuasi terhadap masyarakat.

Berikutnya banjir juga terjadi di Jorong Padang Tarok, Nagari Harau. Sejumlah rumah dan objek Wisata Harau Aka Barayun juga menjadi amukan banjir.

ADVERTISEMENT

Banjir juga menerjang Jorong Padang Balimbiang, Nagari Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Kemudian banjir juga terjadi di Jorong Balai Gadang Bawah, Nagari Mungo, Kecamatan Luak.

Lebih jauh dikatakan Rahmadinol, akibat hujan turun sejak beberapa hari di Kabupaten Limapuluh Kota mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di ruas Jalan Nasional Lintas Sumbar-Riau, tepatnya di Kelok 9, Nagari Sarilamak.

Material longsor yang terjadi beberapa titik dan menimbun badan jalan menjelang subuh Senin (13/5/2024) sudah dilakukan pembersihan material longsor dengan alat berat oleh tim penanggulangan bencana melibatkan Polres 50 Kota, Kodim 0306/50 Kota, Dinas PUPR, BPBD, Damkar dan masyarakat.

Untuk kondisi lalu lintas yang menghubungkan Sumbar-Riau sudah bisa dilalui meski sempat lumpuh 6 jam.

Diakui Rahmadinol, bencana tanah longsor juga terjadi di jalan Kabupaten, tepatnya di Jorong Ketinggian, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak.

Kemudian longsor juga terjadi di jalan Kabupaten Lubuak Alai-Koto Lamo, Nagari Lubuak Alai, Kecamatan Kapur IX.

“Sejauh ini tanah longsor yang telah menimbun badan jalan tersebut belum dilakukan pembersihan,” ujar Rahmadinol.

Rahmadinol juga menjelaskan bahwa longsor juga terjadi di jalan Provinsi Payakumbuh – Lintau, tepatnya di Jorong Taratak, Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

”Untuk jumlah korban terdampak banjir dan tindak lanjut kondisi terkini di lokasi longsor yang belum ditangani, kita belum mendapatkan data lengkap dan ini baru data awal kejadian. Terkait bencana banjir dan tanah longsor yang terjdi di daerah ini pihak BPBD Kabupaten Limapuluh Kota sudah menginformasikan dan melaporkan kepada Pusdalops BNPB dan Pusdalops Provinsi Sumbar,” tutup Rahmadinol.

(Yud/Rel)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT