Sebait kalimat yang dilontarkan Yulfadri Nurdin sebagai pembuka kata. Ia memiliki kekaguman tersendiri terhadap sosok Emiko. Sebagai seorang perempuan, ia sangat energik dan memiliki stamina yang kuat. Emiko mampu berkunjung ke daerah-daerah sebanyak 9 titik dalam sehari, bahkan sesampai di rumah, masih mampu melayani tamu tamu yang berkunjung.
Diungkapkan mantan legislator ulung tersebut, berkaca dari pemilihan pada Pikada 2020 di bagian Selatan Kabupaten Solok, yakni Danau Kembar, Lembah Gumanti, Hiliran Gumanti dan Pantai Cermin, itu merupakan daerah penyumbang suara terbanyak di setiap Pemilu.
Kala itu, yang bersaing dalam perolehan suara terbesar pemilihan Bupati Solok adalah Epyardi Asda dengan Yulfadri Nurdin dan Desra Ediwan. Namun faktanya hari ini, ketiga kandidat terkuat tersebut malah bersatu dalam tim pemenangan “Solok bersemi”.
17 tahun bersama, saya tau betul siapa sosok Epyardi Asda. Keras, tegas dan lugas, itulah tipikalnya. Namun berada di sampingnya, Emiko mampu menetralisir sosok keras seorang Epyardi.
Sukses 3 periode menjadi anggota DPR RI, dan 1 periode sebagai Bupati, Emiko seakan terlahir sebagai seorang pendamping hebat. Mendampingi seorang pejabat selama 20 tahun, tidak membuat Emiko merasa berada di puncak, tetap menjadi orang biasa.
“Di balik suksesnya seorang pria, ada sosok perempuan hebat di belakangnya,” katanya.
Dalam hal aktualisasi dan eksistensi diri, Emiko mau menggandeng siapa saja, hal ini membuktikan bahwa Emiko adalah versi lain dari Epyardi Asda yang dikenal garang. Ini membuktikan bahwa jiwa kepemimpinan Buk Emiko sangat luar biasa. Apalagi, dari pengalaman hidup mendampingi Epyardi Asda, tentu Emiko sudah terbiasa berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan tau dengan orang-orang yang bisa membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Emiko adalah Kartininya Kabupaten Solok,” sebut Yulfadri Nurdin.
Sukses menghantarkan putri sulungnya menjadi anggota DPR RI 2 periode, mengkaderkan Kakak perempuannya sebagai anggota DPRD Provinsi Sumbar dan sekaligus Ketua DPD PAN Kabupaten Solok, serta menjadikan keponakannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Solok, Epyardi diterpa isu akan membangun sebuah dinasti di Sumatera Barat.
“Isu dinasti tersebut kian santer kala ia maju sebagai Gubernur Sumbar, serta mengusung istrinya, Ny. Emiko sebagai Bupati Solok. Apakah itu yang disebut membangun dinasti?” ungkap Yulfadri Nurdin.












