BeritaEkonomiSumatera Barat

Sumbar Produksi Jagung Pakan 180 Ribu Ton per Bulan

501
×

Sumbar Produksi Jagung Pakan 180 Ribu Ton per Bulan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin
Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin. (f/obral)

Mjnews.id – Dalam rangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan, produksi jagung pakan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2024 lalu sebanyak 720 ribu ton. Sedangkan target di tahun 2025 ini bisa berproduksi sekitar 60 ribu ton hingga 70 ribu ton setiap bulan atau setara dengan 10 ribu hektare luas panen setiap bulannya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Febrina Tri Sula melalui Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Ferdinal Asmin mengungkapkan ini ketika dikonfirmasi di kantornya pada Rabu 9 Maret 2025.

ADVERTISEMENT

Menurut Ferdinal Asmin, berdasarkan laporan yang diperoleh dari petani bisa memperoleh benih hibrida dari toko-toko yang tersedia.

Petani sangat antusias tanam jagung, tentu kebutuhan bibit super perlu tersedia sebagaimana mestinya dengan mutu terjamin, katanya.

“Namun dengan subsidi benih bibit jagung Pemerintah Daerah Propinsi Sumbar melalui kelompok tani tanaman jagung baru bisa mensubsidi benih petani sebanyak 10 ton melalui kelompok tani”, ujarnya.

Lanjutnya, sesuai dengan data sensus pertanian Sumbar-sebanyak 370 ribu rumah tangga petani tanaman pangan termasuk menanam jagung. Karena petani tanaman pangan ini tidak saja spesifik khusus tanaman jagung saja tetapi seluruh jenis petani tanaman pangan.

“Sampai sekarang petani panen jagung telah mencapai seluas 30 ribu hektare dengan rata-rata panen jagung per bulan mencapai seluas 10 ribu hektare dengan volume produksi 180 ribu ton per bulan pula yang telah mencapai panen sampai Maret 2025,” ungkapnya.

Hutan Tanaman Industri Bisa Tanam Jagung

Menurut Ferdinal Asmin, lagi, status Hutan Tanaman Industri (HTI) bisa digunakan untuk tanam jagung.

“Karena setelah pembabatan kayu di areal HTI dan menjelang usia tanaman kayu berusia satu tahun maka bisa ditanami jagung dengan 3 kali panen jagung dalam satu tahun,” rincinya.

Peluang ini cukup bagus sekali. Sebab, pemangku usaha perusahaan HTI nyaris setiap periode memanen atau menebang kayu di lahan HTI dengan luas ribuan hektar.

“Dengan ini, Sumbar tak akan kekurangan lahan untuk menanam jagung pakan,” sebut Ferdinal Asmin mengimbau pengusaha HTI untuk mau tanam jagung.

(Obral)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT