Mjnews.id – Kelangkaan minyak subsidi jenis solar di SPBU Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dengan nomor 14262953, diduga kuat ada permainan oknum untuk memperkaya diri sendiri.
BBM subsidi yang seharusnya untuk rakyat malah mengalir deras ke tengki yang diduga modifikasi dalam jumlah besar. Sementara itu, pengendara lain terpaksa antre panjang dan diwajibkan menggunakan sistem barcode.
Pantauan wartawan di lapangan lokasi SPBU Pangkalan, sangat jelas terlihat mobil Colt Diesel dan Damtruk dengan tengki modifikasi wara-wiri melangsir minyak solar dengan cara mengantri. Ironisnya minyak solar di SPBU Pangkalan itu hanya dalam jangka waktu 3 jam sudah habis terjual.
Berdasarkan pengakuan salah seorang warga Pangkalan yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, mengakui memang minyak jenis Solar di SPBU Pangkalan ini hanya bisa bertahan paling lama 3 jam.
“Juga di SPBU ini pelangsir BBM jenis solar dengan tengki modifikasi sangat banyak. Kita meminta pihak SPBU jangan tutup mata,” ungkapnya saat ditemui wartawan di salah warung nasi Nagari Pangkalan, Senin 04 Agustus 2025.
Dia berharap agar dugaan penyalahgunaan BBM jenis Solar di SPBU Pangkalan agar diusut pihak kepolisian.
Sementara itu, Pihak SPBU Pangkalan saat dikonfirmasi wartawan, seputaran wara-wirinya mobil yang tengkinya dimodifikasi antre mengisi solar dengan jumlah besar, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.
Di sisi lain, Wisran Ketua Umum LSM Lembaga Kontrol Advokasi Elang Indonesia (LKA-EI), menyayangkan pihak SPBU yang terkesan membiarkan mobil pelangsir minyak BBM jenis solar tersebut. Dia menduga ini ada upaya kerja sama dalam mengambil untung sendiri.
BBM Subsidi itu hak rakyat bukan ladang bisnis dan ia meminta Kapolda Sumbar dan Pertamina mesti turun tangan untuk merespont persoalan ini.
“Kalau ada oknum yang bermain harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar Wisran.











