BeritaSumatera Barat

Pembentukan Kopdes Merah Putih di Sumbar Tercepat Nomor 4 Nasional

666
×

Pembentukan Kopdes Merah Putih di Sumbar Tercepat Nomor 4 Nasional

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, H. Endrizal
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, H. Endrizal. (f/ist)

Mjnews.id – Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tingkat nasional, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tercepat nomor 4 di setelah Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng) dan Jogyakarta.

“Sedangkan pembentukan Kopdes Merah Putih yang dimulai akhir Maret hingga 21 Juli 2025, Sumbar terdapat Kopdes Merah Putih berbadan hukum sebanyak 1.265 Kopdes,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat, H. Endrizal saat dikonfirmasi di kantornya pada Selasa 26 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

Menurut H. Endrizal, sesuai rencana pada 28 Oktober dilaunching usaha produk Kopdes oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang program kita di Sumbar sedang menyiapkan dan mengisi usaha produktif koperasi ini”, lanjutnya.

“Kopdes mencari peluang bisnis terkait masalah yang ada di desa menjadi peluang usaha, seperti nelayan kesulitan memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk melaut, Kopdes membikin depot BBM di daerah tersebut”, jelasnya.

“Segala permasalahan kebutuhan masyarakat di desa menjadi peluang usaha. Untuk menggenjot peluang usaha tersebut memerlukan biaya. Permasalahan pembiayaan dan permodalan inilah yang dikerjasamakan dengan pihak pengusaha guna mendapatkan sumber pembiayaan dan permodalan”, terangnya.

Fokus Kopdes di Sumbar saat ini menggarap potensi permodalan dan peluang usaha yang saling menguntungkan dengan penyandang permodalan, sektor usaha bergerak akan kebutuhan masyarakat desa yang sebelumnya menjadi masalah kebutuhan.

“Kopdes hadir dan bergerak menjawab tantangan kebutuhan itu sehingga menjadi peluang usaha”, katanya.

Kehadiran Kopdes akan sangat dirasakan dampak positifnya di tengah-tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan masyarakat yang sebelumnya menjadi masalah dan kerumitan.

“Terkait ini pula, seperti peluang usaha yang ada di masyarakat Matur Batusangkar mengolah gula tebu menjadi gula merah. Permodalan dan sistim modern pengolahan serta teori manajemennya dikerjasamakan dengan perusahaan pabrik gula merah di Jatim”, ulasnya.

Berkaitan ini animo pemodal lokal dan nasional termasuk perantau sukses tinggi minat menjadi penyandang dana modal Kopdes.

“Sekarang kita jelang akhir Agustus ini selesai tahap presentasi. Ke depannya atau awal September memasuki tahapan koordinasi dengan seluk-beluk permodalan dan siklus usaha supaya menjadi Kopdes yang dapat diandalkan”, pungkasnya.

(Obral)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT