BeritaKota Sawahlunto

50 Petani di Sawahlunto akan Terima Ribuan Bibit Kelapa dan Pupuk Kompos dari Disbuntanhor Sumbar

338
×

50 Petani di Sawahlunto akan Terima Ribuan Bibit Kelapa dan Pupuk Kompos dari Disbuntanhor Sumbar

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih. (f/yuni oktrianti)

Mjnews.id – Sebanyak 6 ribu 250 bibit kelapa dalam yang dilengkapi dengan 6 ribu 250 kilogram pupuk kompos akan diberikan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor) Provinsi Sumatera Barat kepada 50 petani di Kota Sawahlunto.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih kepada Media, Jum’at 3 Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

Heni Purwaningsih menjelaskan, 6 ribu 250 bibit kelapa dalam dan 6 ribu 250 pupuk kompos tersebut akan diberikan pada bulan November 2025 mendatang kepada 50 petani di Sawahlunto.

“Sebelum bantuan tersebut diserahkan, sebanyak 50 petani di Sawahlunto yang merupakan calon penerima bantuan kelapa dalam dan pupuk baru baru ini telah dilatih administrasi dan teknik budidaya,” tutur Heni.

Heni menambahkan, sebelum bantuan kelapa dalam dan pupuk itu diserahkan didahului dengan sosialisasi tertib administrasi dan teknik pembudidayaan.

Heni menjelaskan lebih lanjut, Sosialisasi yang telah dilaksanakan baru baru ini adalah untuk menyiapkan petani yang akan menerima kelapa sehingga nanti mereka menanam dan merawatnya sesuai standar, dengan dibekali ilmu maka bisa memperkuat kapasitas petani.

Ia menyebut bantuan yang bersumber dari program APBD Provinsi Sumbar itu bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Heni memaparkan lebih jauh, kelapa dalam memiliki keunggulan yakni umur produktif panjang, lebih tahan terhadap perubahan iklim, serta mudah dibudidayakan di lahan perkebunan rakyat. Dengan produktivitas optimal, hasil panen dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

(Uni)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT