BeritaKesehatanSumatera Barat

Gubernur Sumbar Buka Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025

803
Gubernur Sumbar, Mahyeldi beri sambutan dalam Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025
Gubernur Sumbar, Mahyeldi beri sambutan dalam Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025. (f/pemprov)

Hingga saat ini, kebijakan, program dan kegiatan pemerintah telah berkembang dalam fokus utama deteksi dini penyakit melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program ini telah menjadi komitmen pemerintah untuk menurunkan prevalensi kasus, disabilitas dan kematian akibat penyakit-penyakit termasuk penyakit tidak menular.

ADVERTISEMENT

“Kami berharap pertemuan ini dapat menjadi wadah untuk berbagi pengalaman klinis serta menggali inovasi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya bidang neurologi, agar masyarakat kita terhindar dari gangguan neurologis,” harapnya.

Sebagai penutup, Gubernur Mahyeldi meminta kegiatan ini dapat menjadi jembatan yang baik antara pemerintah, akademisi, klinisi, swasta dan segenap masyarakat agar berbagai program pemerintah dalam menekan gangguan neurologis, dapat terselenggara secara optimal dan komprehensif.

Sementara Ketua Kolegium Neurologi Indonesia, Prof. DR. Dr. Syahrul SpN, Subsp NIOO(K) mengatakan penyakit Stroke adalah salah satu penyakit tidak menular sebagai penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di dunia umumnya Indonesia khususnya.

“Menurut data estimasi penyakit menunjukkan 1 dari 4 orang diperkirakan terkena stroke dalam hidupnya. Dan diperkirakan setiap tiga detik ditemukan satu orang terkena stroke,” kata Syahrul.

Hal ini setara dengan 12 juta orang dalam setahun akan mengalami stroke dalam setengah juta di antaranya meninggal dunia akibat stroke.

Senada dengan Gubernur Sumbar, Syahrul mengatakan hasil survei kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi stroke di Indonesia adalah 8,3 per 1.000 penduduk.

Sedangkan Sumatera Barat lebih tinggi 8,8 per 1.000 penduduk. Sementara beban biaya kesehatan akibat stroke tahun 2023 di Indonesia mencapai Rp5,2 triliun. “Mari kita jaga kesehatan dari sekarang, hidup sehat kalahkan stroke mulai dari Diri sendiri,” ucapnya.

Selanjutnya Syahrul mengatakan dukungan terhadap pemerintah provinsi Sumbar dalam yang telah memberi edukasi yang bermanfaat serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stroke.

Hadir Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH., Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatera Barat – DR. dr. Roni Eka Saputra, SpOT(K), Spine, Ketua Cabang PERDOSNI se – Sumatera; Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jambi dan Lampung, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas – DR. Dr. Sukri Rahman, SpTHT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTED, Direktur RSUP DR. M. Djamil Padang – DR. Dr. Dovy Djanas, SpOG(K), KFM, MARS, FISQUA, para guru besar dan neurolog dan Ketua Panitia Finest 2025, dr. Reni Bestari, SpN.

(adpsb)

Exit mobile version