BeritaSumatera Barat

Target Pertumbuhan Ekonomi 7,3 Persen Jadi Fokus Rakor Perekonomian Sumbar 2025

384
×

Target Pertumbuhan Ekonomi 7,3 Persen Jadi Fokus Rakor Perekonomian Sumbar 2025

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi Perekonomian Sumatera Barat tahun 2025
Rapat Koordinasi Perekonomian Sumatera Barat tahun 2025. (f/pemprov)

Mjnews.id – Target pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,3 persen pada tahun 2029, menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2025, yang dibuka Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Auditorium Gubernuran, Padang, Senin (20/10/2025).

Target ini tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Sumatera Barat 2025–2029.

ADVERTISEMENT

Mahyeldi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh sekadar menjadi angka dalam laporan statistik, melainkan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi sejati adalah yang inklusif, melibatkan petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, target 7,3 persen hanya bisa tercapai jika pembangunan ekonomi berjalan merata dan produktivitas masyarakat terus ditingkatkan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemprov Sumbar menyiapkan serangkaian strategi yang komprehensif. Berdasarkan perencanaan, Sumbar membutuhkan investasi antara Rp80 hingga Rp120 triliun sepanjang periode 2026–2029. Investasi ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun Mahyeldi mengingatkan bahwa investasi bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal kualitas dan efisiensi. “Data menunjukkan ICOR Sumatera Barat tiga tahun terakhir berada di kisaran 6,7, artinya investasi kita belum efisien. Ini yang harus kita benahi,” tegasnya.

Gubernur Mahyeldi memaparkan lima langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Pertama, mendorong investasi produktif yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Kedua, melakukan reformasi regulasi dan perizinan agar investor tidak terkendala birokrasi.

Ketiga, mempercepat digitalisasi sektor ekonomi guna memperkuat peran UMKM dan memperpendek rantai distribusi.

Keempat, memperkuat infrastruktur konektivitas wilayah seperti pelabuhan, jalan, dan rel kereta.

Kelima, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kewirausahaan agar ekonomi tumbuh dari inovasi dan kemampuan masyarakat sendiri.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT