Gus Ipul menambahkan data-data yang telah dilaporkan akan diuji, diverifikasi, dan divalidasi oleh petugas di lapangan. Ia mengingatkan agar saat melampirkan bukti pemutakhiran data, pelapor harus memahami bukti apa saja yang harus dilampirkan.
“Itu semua berdasarkan variable yang ditentukan oleh BPS. Setelah data-data pemutakhiran dari berbagai saluran tadi masuk, oleh Kementerian Sosial akan dilanjutkan ke BPS Kembali,” katanya.
Kemudian, ia mengatakan BPS akan melakukan pengukuran ulang dan menyerahkan Kembali data tersebut sebagai data balikan. Data tersebut sudah mencakup perankingan mulai dari desil 1 sampai 10.
“Alhamdulillah kalau kita semua ini terus menerus bersama-sama, saling memperkuat, saling mengawasi, saling mengevaluasi, insyaallah ke depan data kita makin hari makin akurat,” katanya.
Terus Memperkuat DTSEN
Ia menuturkan DTSEN juga terhubungan dengan data PLN, Dukcapil, dan data-data dari Kementerian/Lembaga lainnya. Misalnya, BPJS Kesehatan. Ia meyakini bila semua pihak mau menjaga dan mengawasinya, maka juga akan memperkuat DTSEN ke depan.
“Intinya kami terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak dan mohon kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono mengatakan BPS menargetkan ada pemutakhiran DTSEN tiap 3 bulan sekali. Ia memastikan BPS terus mengawal pemutakhiran dari sisi instrument.
“Kenapa instrumen penting? Agar pada saat pemutakhiran masyarakat juga mengisikan variable, ada 39 variable. Ketika sudah mengisikan variable maka selanjutnya, kami akan memeringkatkan Kembali, apakah setelah mengisi, posisinya ada pada desil 1, desil 2 ataupun desil yang lainnya,” ujarnya.
Ia mengatakan lampiran bukti ke depannya juga perlu dilengkapi dengan bukti foto. Misalnya foto rumah tampak depan, dalam, hingga belakang.
“Sehingga tadi data kita akan semakin bagus dengan berbasis evidence based atau kondisi yang ada di lapangan. Dan itu kami bangga karena data terus berubah dan dengan pemutakhiran kita akan bisa untuk menjaga data tersebut,” katanya.












