Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Solok memiliki potensi energi terbarukan yang besar, seperti tenaga air, panas bumi, biomassa, serta energi surya, yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Transisi energi tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga komitmen daerah. Kabupaten Solok siap berkontribusi melalui pemanfaatan potensi energi terbarukan yang kami miliki, sekaligus mendorong investasi dan inovasi di sektor ini,” ujar Bupati Jon Firman Pandu dalam forum tersebut.
FGD ini membahas berbagai strategi pemanfaatan energi ramah lingkungan, regulasi pendukung, tantangan teknis, serta kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat realisasi proyek energi terbarukan. Para peserta juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku bisnis untuk memastikan program transisi energi berjalan efektif.
Bupati Solok berharap melalui kegiatan ini, pemerintah daerah dapat memperoleh rekomendasi konkret yang bisa diimplementasikan di tingkat lokal, termasuk peningkatan infrastruktur energi, kemudahan perizinan bagi investor energi hijau, serta edukasi masyarakat mengenai efisiensi energi.
“Kami ingin Kabupaten Solok menjadi contoh daerah yang siap menghadapi masa depan energi bersih. Sinergi seperti ini sangat penting agar kita dapat bergerak lebih cepat dan lebih terarah,” tambahnya.
(sis)












