BeritaSumatera Barat

Gubernur Sumbar Terima Bantuan Mesin Penjernih Air Bersih dari UNDIP

127
×

Gubernur Sumbar Terima Bantuan Mesin Penjernih Air Bersih dari UNDIP

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Terima Bantuan Mesin Penjernih Air Bersih dari UNDIP
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Terima Bantuan Mesin Penjernih Air dari UNDIP bagi korban terdampak bencana. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima bantuan satu unit mesin penjernih air bersih dari Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai bentuk respons terhadap krisis air bersih pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Redy Firkarlo, alumni UNDIP asal Padang, dan diterima langsung oleh Gubernur Mahyeldi di Istana Gubernuran, Minggu (21/12/2025).

ADVERTISEMENT

“Bantuan ini sangat berarti bagi daerah yang terdampak bencana, khususnya wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, keberadaan mesin penjernih air ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan dampak bencana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

“Inovasi teknologi ini mampu mengolah air keruh menjadi air bersih untuk kebutuhan sanitasi ribuan pengungsi. Ini sangat membantu dalam situasi darurat,” tambahnya.

Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Diponegoro beserta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di Sumbar.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan ini. Semoga menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” ucapnya.

Mesin Penjernih Air Bersih Merupakan Teknologi Berkapasitas Tinggi

Sementara itu, Redy Firkarlo menjelaskan bahwa mesin penjernih air (water purifier) tersebut merupakan teknologi berkapasitas tinggi yang dirancang untuk digunakan di daerah terdampak bencana dan wilayah terpencil.

“Mesin ini mampu mengolah air keruh menjadi air bersih untuk kebutuhan sanitasi, bahkan dapat diproses lebih lanjut menjadi air layak minum, dengan kapasitas produksi sekitar 2.000 hingga 5.000 liter per jam atau mencapai 120.000 liter per hari,” jelas Redy.

Ia menambahkan, mesin penjernih air senilai Rp100 juta tersebut diproyeksikan mampu melayani kebutuhan air bersih hingga 5.000 orang per hari, khususnya bagi para pengungsi dan korban banjir bandang di wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih.

Selain Sumatera Barat, Redy juga menyampaikan bahwa dua unit mesin penjernih air serupa direncanakan akan disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

(adpsb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT