Namun, dapat dipastikan sebelumnya, di bawah kawah dari lobang itu merupakan batu kapur atau batu karts, atau pun batuan dari semburan gunung api. Terkait materialnya, kami berencana turun menyelidiki.
“Saran untuk mitigasinya, masyarakat dapat menjauhi beberapa jarak aman terlebih dahulu, jangan sampai beramai-ramai mendekati bibir lubang. Karena kita kan juga belum tahu seperti apa kawah atau rongga tanah yang berbentuk gua di bawah tanah tersebut,” pesannya.
“Apakah kawahnya merupakan vertikal lurus, atau di bawah tanah tersebut lebih luas lagi rongga bawah tanah”, sebut Dian.
Khusus lobang ini teramat diperlukan terlebih dahulu sebuah penelitian geofisika.
Tanggapan Badan Gelogogi tentang Lubang Besar
Hingga sekarang peristiwa lubang di Jorong Tepi, Situjuah itu sudah ada tanggapan dari Badan Geologi Pusat melalui platform media sosial lembaga tersebut. Lubang di Jorong Tepi Situjuah merupakan rongga berbentuk buluh atau memanjang.
“Sesuai info yang viral di media sosial, airnya naik lagi dan merembes ke atas permukaan atap lubang, ini peristiwa yang harus menjadi catatan. Seyogianya lubang itu dipagar, agar bibir lubang tidak runtuh. Karena kita ingin tahu nantinya, termasuk penyelidik geologi tanah dan Badan Pusat Geologi perlu tahu sejauhmana batas lubang tersebut.
“Kalau sekira sisi bibir lubang itu runtuh, sulit kita nanti menentukan sejauhmana batas lubang tersebut. Lubang besar di Situjuah bakal diteliti Badan Geologi, masyarakat jangan terlalu dekat dengan lubang”, pungkas Dian Hadiansyah.
(Obral)











