Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mengakibatkan tingginya jumlah korban jiwa. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa angka korban terus meningkat.
Penulis: Vanesi Alda Putri
Mjnews.id – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal di tiga provinsi tersebut kembali bertambah sebanyak 18 orang per hari ini. Hal itu disampaikan melalui konferensi pers daring yang disiarkan di kanal YouTube BNPB Indonesia pada Selasa (16/12/25).
“Rekapitulasi kami per 16 Desember 2025 menunjukkan 1.053 jiwa meninggal,” ujar Abdul Muhari. Jumlah tersebut meningkat dari laporan sebelumnya korban yang meninggal berjumlah 1.030 jiwa pada Senin (15/12/2025).
Sementara itu, jumlah korban hilang akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera mengalami penurunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, pada Senin (15/12/2025), sebanyak 206 orang dilaporkan hilang. Namun, per Selasa, 16 Desember 2025, jumlah tersebut berkurang menjadi 200 orang.
Provinsi Sumatera Barat, dilaporkan sebagai wilayah dengan jumlah korban hilang terbanyak yakni sebanyak 90 orang. Selain itu, Aceh tercatat sebagai provinsi dengan jumlah korban meninggal dunia paling tinggi yakni 449 jiwa dibandingkan daerah terdampak lainnya.
BNPB menegaskan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi mengalami perubahan. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya proses verifikasi dan sinkronisasi data oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di masing-masing daerah terdampak.
Abdul menjelaskan bahwa hasil verifikasi dan sinkronisasi data menemukan adanya ketidaksesuaian dalam rekapitulasi jumlah korban meninggal. Ketidaksesuaian tersebut terutama berkaitan dengan jasad yang ditemukan di sekitar area pemakaman.
“Verifikasi by name dan by address menunjukkan terdapat jasad yang meninggal dunia sebelum terjadinya bencana,” ujar Abdul Muhari.
Mengingat luasnya wilayah terdampak bencana di Sumatera, BNPB menyatakan akan terus memperbarui laporan jumlah korban berdasarkan hasil verifikasi dan sinkronisasi data dari pemerintah daerah setiap hari, termasuk pembaruan yang direncanakan pada esok hari.
BNPB juga menyampaikan bahwa jumlah pengungsi dari tiga provinsi terdampak hingga saat ini juga mengalami penurunan, yakni berkurang sebanyak 2.940 dari 608.980 jiwa. Oleh karena itu, BNPB terus mendorong percepatan penyaluran bantuan logistik, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Untuk Provinsi Sumatera Barat, bantuan logistik telah didistribusikan melalui jalur udara sebanyak enam sorti 4,4 ton guna menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses dan melalui jalur darat dua sorti sebanyak 6,8 ton sehingga total distribusi per Selasa, 16 Desember 2025 sebanyak 11,2 ton.
Bencana Alam di Sumatera
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera sejak 25 November 2025 telah menimbulkan kerugian besar.
BNPB memperkirakan total kebutuhan dana pemulihan di tiga provinsi terdampak mencapai Rp51,82 triliun. Untuk di wilayah Sumatera Barat sendiri kemungkinan dana pemulihan yang dibutuhkan mencapai Rp13,52 triliun.
Penulis, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Andalas (Unand) Padang
(*)










