pemkab muba
BeritaPendidikanSumatera Barat

Buku Studi di Sumbar Jauh dari Kata Cukup, Mahyan: Perlu 2 Hingga 3 Buku untuk Setiap Siswa

119
×

Buku Studi di Sumbar Jauh dari Kata Cukup, Mahyan: Perlu 2 Hingga 3 Buku untuk Setiap Siswa

Sebarkan artikel ini
Kabid PSMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, S.Pd, MM bicara tentang buku studi siswa SMAN
Kabid PSMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, S.Pd, MM. (f/obral)

Mjnews.id – Bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar) berupa banjir dan tanah longsor di akhir November 2025 lalu, bukan sekadar memporak-porandakan sejumlah fasilitas umum seperti jalan putus dan jembatan ambruk, rumah penduduk hancur dan hanyut, namun juga mengakibatkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) terendam banjir.

Puluhan sekolah mengalami kebanjiran, sehingga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) yang terdampak mengalami krisis buku wajib bidang studi pendukung proses belajar dan mengajar dari sejumlah kurikulum yang tercantum.

ADVERTISEMENT

“Sejumlah buku di sekolah terdampak telah hanyut diberondong banjir,” kata Kabid PSMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, S.Pd, MM ketika dikonfirmasi pada Senin 12 Januari 2026.

SMAN di Sumbar Terdampak Banjir

SMAN yang terdampak banjir hingga semua buku hanyut, yakni SMAN 2 Batanganai, SMAN 12 Padang, SMAN 9 Padang, SMAN Tanjung Mutiara, SMAN 3 Lengayang, SMAN 2 Bayang, serta beberapa sekolah lainnya.

Di samping belum tercapai target nasional “satu siswa satu buku” untuk masing-masing program bidang studi, namun bencana alam berdampak negatif kepada lenyapnya buku di sekolah.

“Sekarang pihak sekolah yang terdampak banjir sedang memproses pengusulan untuk dapat memperoleh kembali buku studi”, sebut Mahyan.

Dana BOS tidak Cukup Beli Buku

Sekaitan ini, sebelumnya sejumlah buku yang ada dari dana BOS di masing-masing sekolah jauh dari kata cukup untuk “satu siswa satu buku” bidang studi.

“Anggaran dana BOS per siswa sekira Rp 1,5 juta, dan diperuntukkan buat beli buku yang hanya 10 persen, atau Rp 150 ribu. Sedangkan harga per 1 exemplar judul buku bisa ditebak saja. Justru demikian, ketercapaian buku dari dana BOS masih jauh dari kata cukup”, imbuhnya.

Pemenuhan buku bidang studi yang disediakan sekolah melalui dana BOS kita perlu bertahap, baik untuk pengadaan buku dana BOS tahun 2026 ke depan.

“Kalau ingin siswa kita pintar, seharusnya per siswa punya buku 2 atau 3 buku setiap bidang studi”, ulasnya.

Terkait persentase ketercapaian buku BOS setiap tahun, Mahyan mengungkapkan bahwa secara ril persentase buku yang telah ada belum kita menghitung per sekolah, sehingga persentase kebutuhan buku di setiap sekolah belum pula dihitung.

“Tapi yang jelas, setiap tahun buku-buku bidang studi ada kerusakan, atau pun hilang dan sebagainya”, pungkasnya.

(Obral)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT