Mjnews.id – Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di ruang akademik, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan sosial di tengah masyarakat.
Semangat ini juga diusung Tim Program Mahasiswa Berdampak (PMB) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Andalas (Unand) Padang melalui berbagai karya dan inovasi berbasis potensi lokal di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Senin 2 Februari 2026.
Program ini hadir sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan masyarakat secara berkelanjutan.
Tim Program Mahasiswa Berdampak BEM KM Unand Kembangkan Lokal Karya
Program Mahasiswa Berdampak menitikberatkan pada pengembangan lokal karya yang lahir dari kebutuhan real masyarakat. Dengan melibatkan mahasiswa lintas fakultas, program ini mendorong terciptanya solusi kreatif yang relevan dengan kondisi sosial, ekonomi, pendidikan dan lingkungan di Sumatera Barat.
Baca Juga: Tim Program Mahasiswa Berdampak BEM KM Unand Aktivasi Fasilitas Umum di Nagari Salareh Aia Agam
Salah satu fokus utama program ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Mahasiswa tidak hanya datang membawa gagasan, tetapi juga bekerja bersama masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program.
Lokal karya yang dihasilkan pun beragam, mulai dari aktivasi fasilitas umum, hijaukan nagari, psikososial, screening kesehatan, akuponik, filtrasi dan sanitasi air bersih, hingga UMKM bangkit dan pangan lokal sehat.
Melalui program ini, BEM KM Unand ingin menanamkan nilai bahwa kebermanfaatan mahasiswa tidak harus selalu berskala besar, namun dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Karya-karya yang dihasilkan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, Program Mahasiswa Berdampak juga menjadi wadah pengembangan diri bagi mahasiswa. Mereka dilatih untuk peka terhadap permasalahan sosial, mampu bekerja dalam tim, serta mengasah keterampilan kepemimpinan dan problem solving.
Dengan demikian, program ini tidak hanya melahirkan karya lokal, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas dan berorientasi pada pengabdian.
Bagi mahasiswa, program ini menjadi ruang pembelajaran nyata di luar kelas. Mereka belajar memahami dinamika sosial, mengasah empati, serta mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk kepentingan masyarakat luas. Sementara bagi masyarakat Nagari Salareh Aia, kehadiran mahasiswa menjadi energi baru yang memantik semangat perubahan dan inovasi.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak ini, BEM KM Unand menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Dengan kolaborasi, kepedulian, dan inovasi lokal, kampus dapat menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat.
Apa yang dilakukan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang bermakna dan berkelanjutan.
(*)












